Hantu Malam Tengah 11

Poster aslinya: Ahli Preman@Musim Panas Tampilan: 263 Balasan: 3 Diposting di: 2012-05-09 16:23:47
"Hehe," serangkaian tawa bayi yang lembut dan bergema tiba-tiba bergema dari sekitar sepuluh meter di belakang Li Lin di jalan raya berkabut putih. Li Lin merasa pusing dan berdarah mengalir ke dahinya. Astaga, tawa itu terasa ajaib, membuat dua aliran darah mengalir dari hidungnya dengan cara yang menakutkan. Dia tanpa sadar berbalik dan menatap sumber tawa itu. Dia ketakutan dari kepala sampai kaki. Yang dia lihat adalah pria tua bertopi jerami berpakaian hitam yang baru saja terbunuh oleh kereta dan berubah menjadi serigala hitam, tapi pada suatu saat, dia hidup kembali. Dia muncul samar di kabut putih, melambaikan tangan dari jarak sepuluh meter di jalan. Ya ampun, dia melayang setengah meter di atas tanah dan melambaikan tangan ke arah Li Lin. "Berani-beraninya kamu pura-pura jadi hantu di depanku? Mati!" Li Lin berteriak marah sambil mengangkat senjatanya dan menembak pria tua aneh bertopi jerami berpakaian hitam yang melayang di kabut. Dengan tiga tembakan tajam bergema di langit malam, Li Lin menembakkan tiga tembakan seperti petir. "Ah!" Pria tua yang terkena itu mengeluarkan teriakan aneh. Dengan "swish," dia terbang langsung ke sisi kanan hutan, lalu melompat dari hutan, melompat ke puncak gunung. Setiap lompatan lebih dari sepuluh meter lebar, lima atau enam meter tinggi, seperti zombie, tampak menakutkan di kabut malam! "Aku pasti akan menangkapmu!" Li Lin, yang berteriak, juga berlari ke hutan di sebelah kanan dan mengejarnya. "Jangan kira hanya karena kamu pura-pura jadi hantu, kamu bisa menakutiku!" Li Lin, yang berlari ke hutan, meninggalkan seruan teriakan liar. "Jangan ikuti mereka! Paman Lin!" Jiang Yiluo tak bisa menahan diri untuk berteriak, secara naluriah merasakan sesuatu yang menakutkan telah memancing mereka ke dalam perangkap mereka. Namun sayangnya, sudah terlambat—Li Lin sudah berlari masuk ke hutan dan menghilang tanpa jejak. Dia tak punya pilihan selain mengatupkan giginya dan mengikutinya.......
Bagian Enam
"Hoho—ho" Jiang Yiluo, yang berlari panik melewati hutan gelap, menyadari napasnya semakin keras seperti biasa. Dia panik mengikuti suara tembakan dan teriakan Li Lin dari depan, "Bodoh!" Bodoh! "Jiang Yiluo bergumam saat berlari. Sementara itu, dalam kegelapan di depan, suara Li Lin bergema, "Haha, kamu mati hari ini, mati seperti sekarang!"Dre-Dre-Dre……"\ Swish-Swish-Swish, Jiang Yiluo sudah menembus hutan lebat yang rapat tidak terlihat ujung jarinya, di depannya setengah perbukitan muncul sebidang tanah lapang dengan cepat, sekaligus dia juga melihat sosok Li Lin dan sebuah kuil kecil yang ditinggalkan. Belum sempat dia memanggil Paman Lin, Li Lin sudah meneriakkan suara keras sambil berlari masuk ke kuil yang rusak itu, jelas, makhluk menakutkan yang dikejarnya telah masuk ke kuil itu.\ "Dram!" Suara ledakan menggema di langit malam tepat di atas kepala Jiang Yiluo saat ia mendekati pintu kuil. Seketika, kilatan petir yang menakutkan memancar dengan cahaya putih menyilaukan, melintasi langit gelap, menerangi area kuil hingga puluhan meter seolah siang hari, membuat jantung Jiang Yiluo berdegup kencang dan seluruh tubuhnya bergetar.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Sofa!!!
Bangku!!!
Muntah darah...图片
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan