Dengar, hatiku sedang memikirkanmu!
Bab 1\Bumi berputar setiap hari,\di antara kita sudah mulai terasa pusing,\sayang,\dengar, ada seseorang yang menangis.\Bab 2\Betapa aku berharap kita tidak,\tanpa sengaja sudah memutihkan rambut,\kita masih punya banyak kepahitan yang belum diceritakan,\sayang,\dengar: siapa yang menangis.\Bab 3\Dalam lagunya Wang Sulong "Hau Hui Wu Qi" dinyanyikan:\Kau bilang akan menemaniku sampai tahun, bulan, hari tertentu,\tapi malah meninggalkanku di hari, malam, jalan tertentu,\sayang,\kemana kau meninggalkanku?\Dengar: ada suara di sana.\Bab 4\Kembali saat ini,\kita berhasil tidak lagi berhubungan satu sama lain.\Keramaian orang,\di hari, jalan tertentu itu,\aku samar-samar melihat bayanganmu.\Memelukmu, sayang,\meskipun hanya dari punggung.\Bab 5\Bagaimana,\tidak akan pernah bertemu lagi.\Sayang,\jika suatu hari,\kita bertemu,\jangan pergi dengan acuh tak acuh,\kita bukan orang asing yang tak saling kenal.\Bab 6\Apa kabar?\"Hm"\Kau pernah bilang tidak ada yang abadi,\hari ini, keabadian akan ada di sisimu,\"Benarkah?"\"Maaf, keabadian yang kuinginkan,"\"Selalu ada dalam keheningan."\Di-dii-diii……\Sayang,\jika kau tidak menutup telepon,\air mata yang tidak tertahan,\tidak akan mengalir.\Bab 7\Seandainya sejak awal,\kau tidak muncul di hadapanku, maka,\mungkin aku tidak akan tahu,\rasanya bahagia.\Sayang,\bahagia yang kita janjikan, di mana?\Bab 8\Duniaku terlalu sunyi,\sunyi sampai bisa mendengar\suara lukaku yang menyebar,\sedikit demi sedikit, merobek.\Hanya sibuk merasakan sakitmu,\hampir lupa,\sakit yang kau berikan padaku.\Sayang,\hatimu, sakit tidak?\Bab 9\Aku selalu ingin,\sebuah cinta tanpa perpisahan,\sebuah cinta tanpa pertengkaran.\Sayang, sayang.\Mungkin aku tidak cukup baik,\takdir untuk tersingkir.\Sayang,\untuk terakhir kalinya,\menangislah.\Bab 10\Dunia seorang diri,\sangat sunyi,\sunyi sampai bisa mendengar,\suara napas dan detak jantung sendiri.\Sayang,\apa yang terjadi pada kita?