Apakah seseorang meninggal?

Poster aslinya: Ahli preman@Orang tua@Xiao Bu Tampilan: 113 Balasan: 7 Diposting di: 2012-07-01 17:31:15
Apakah wakil presiden saya [sedih] meninggal? Siapa yang melihatnya hari ini?
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Saya, melihat kesedihan di QQ
Wakil ketua Anda dengan susah payah menabung selama 50 tahun untuk pergi ke taman teknis, tetapi begitu baru saja naik ke tempat tidur dan celananya belum dilepas, tim anti-prostitusi polisi datang. Saat ini dia telah dijatuhi hukuman gantung, dan baru kemarin meninggal.
Ada seorang penjahat keluar rumah mencari masalah, berteriak ke mana-mana: 'Siapa berani menggangguku?!' Akhirnya seorang pria kekar menahannya: 'Aku berani!' Orang itu menatap sebentar, lalu langsung berdiri di sisi pria kekar itu: 'Siapa berani mengganggu kita berdua!'
Orang ini sudah meninggal, untuk urusan penting bakarlah kertas, untuk urusan kecil sembahlah Buddha, untuk urusan besar gali kuburnya, jika benar-benar merindukannya, pergilah menemaninya.
Pemilik rumah pulang ke rumah dan mendapati ayahnya duduk di sudut dengan wajah penuh kekhawatiran, sementara tangan yang memegang pintu depan hampir terbakar tapi sama sekali tidak merasakan sakit. Pemilik rumah dengan peka merasakan bahwa ayahnya pasti menyimpan beban yang sulit diungkapkan, lalu mendekat dan lembut memanggil, "Ayah?" Ayah pemilik rumah baru tersadar, menatap pemilik rumah dengan sedikit rasa bersalah, lalu menunduk dan berkata dengan suara berat, "Anakku, Ayah ada sesuatu yang ingin dibicarakan denganmu..." Setelah jeda sebentar, ayah pemilik rumah melanjutkan, "Uang sekolah semester depan benar-benar tidak bisa terkumpul, mungkin kamu..." Mendengar itu, pemilik rumah sudah mengerti maksud ayahnya, dan dengan bijak melangkah maju berkata kepada ayahnya, "Tidak apa-apa, Ayah, bukan hanya dengan sekolah saja ada jalan. Ke depannya, aku akan bekerja bersama Ayah, suatu saat nanti kita juga akan menjadi mandor." Ayah pemilik rumah sudah tercekik emosi sehingga tidak bisa berkata apa-apa, "Anak..." Meskipun berkata demikian, di dalam hati pemilik rumah masih memikirkan: nanti aku tidak akan bisa lagi bertemu sang dewi. Maka dia memutuskan untuk mengajak sang dewi bertemu untuk terakhir kalinya. Pemilik rumah datang lebih awal ke tempat yang dijanjikan, tapi sang dewi tak kunjung muncul. Lama-lama dia menyadari bahwa sang dewi tidak menepati janji, seketika merasa hampa dan bingung lalu pulang. Saat hendak masuk kamar, tiba-tiba terdengar suara yang familiar dari dalam, "Kakak hebat sekali, memang masih kuat meski sudah tua." Lalu suara ayahnya yang tetap berat terdengar, "Kamu si peri kecil, demi kamu Ayah bahkan sampai mengorbankan uang sekolah anak sendiri."
Ke ayam terasa sedih, juga tidak tahu, memberitahumu untuk pergi, dia benar-benar bukan saudaramu yang baik
Ujian——sedang kencan sesama jenis————pasti——
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan