╭★↗ ╭╭┛│ ╭┛╰═┛ ╰═┛ ╱ Satu Kertas Kerinduan ↘° Apa benda-benda kasih yang digunakan di zaman kuno? 1、Gembok Hati (Selamanya Bersatu) Ingat ada sebuah legenda: dahulu kala, seorang gadis baik hati dan seorang pria jujur saling mencintai; tetapi ayahnya yang seorang pedagang tidak ingin putrinya hidup dalam kemiskinan, sehingga ia memperjodohkannya dengan putra seorang pejabat; saat hari pernikahan tiba, pria itu dengan berani menculik pengantin wanita dan melarikan diri ke gunung; di depan mereka ada penghalang, di belakang ada pengejar, mereka berpegangan tangan dan melompat dari gunung, ketika orang-orang kemudian mencarinya, mereka hanya menemukan dua gembok batu yang menyatu. Ini adalah sebuah dongeng indah, doa yang tulus, sekaligus janji abadi yang tak berubah. Gembok hati adalah mengukir nama pasangan yang saling mencintai pada gembok, menguncinya pada rantai yang mengelilingi dewa-dewi, mengikat hati mereka bersama sehingga cinta mereka akan abadi; selama saling tulus, dewa akan menyaksikan dan memberkati cinta mereka yang kekal. Terkadang tak perlu kata-kata! Dalam diam, gembok hati mengungkapkan cinta yang tulus, mengunci, berharap seumur hidup tidak dibuka; selama ada cinta, mereka bisa menikmati kehidupan yang dipenuhi sinar matahari dan hujan. 2、Biji Merah (Kerinduan) Biji merah tumbuh di negeri selatan, saat musim semi berkecambah beberapa cabang. Semoga engkau memetiknya lebih banyak, benda ini paling mewakili kerinduan! Dikisahkan, di zaman dahulu ada seorang pria pergi berperang, sementara istrinya setiap hari berada di bawah pohon besar di gunung, menatap jauh harapannya. Karena merindukan kekasih di perbatasan, ia menangis di bawah pohon. Setelah air matanya habis, yang muncul adalah tetesan darah merah, tetesan darah itu berubah menjadi biji merah, biji merah itu berakar, tumbuh menjadi pohon besar, dan berbuah banyak biji merah; orang-orang menyebutnya biji kerinduan. Hari demi hari, musim semi datang dan pergi, musim gugur berganti, buah pohon itu mengikuti perasaan kerinduan sang gadis, perlahan berubah menjadi biji berbentuk hati merah yang paling indah di dunia—biji kerinduan. 3、Simpul Tiongkok (Komunikasi Perasaan) Menggunakan simpul sebagai arti, menggunakan simpul sebagai ungkapan perasaan, setiap simpul memiliki maksud, maksudnya selalu membawa keberuntungan! Kata 'simpul' menghubungkan kita dengan pikiran nenek moyang; kata 'simpul' membuat kita terhubung dengan perasaan orang-orang di masa lampau. Seperti pepatah: langit tak menua, cinta tak mudah putus, hati seperti jaring ganda, di dalamnya ribuan simpul.4. Perhiasan (Kasih Sayang) Perhiasan adalah istilah umum untuk barang-barang yang dipakai oleh wanita pada zaman kuno. Saat laki-laki dan perempuan saling menjalin hubungan pada zaman dahulu, pihak wanita sering menyerahkan sebatang tusuk konde emas. Di era modern, pria biasanya membeli perhiasan untuk menyenangkan pasangan mereka. Perhiasan selalu menjadi simbol kemewahan dan juga mewakili nilai tinggi dari perasaan terhadap pasangan.
5. Kantong Wangi (Bertanda Kasih) Arti romantis dari kantong wangi terkait dengan urusan percintaan antara laki-laki dan perempuan. Ada sebuah pendapat bahwa wanita yang memakai kantong wangi berarti memiliki seseorang yang menjadi tempatnya berpulang. Inilah sebabnya mengapa banyak etnis di Tiongkok memberi kantong wangi (atau tas kecil) untuk menunjukkan cinta. Dalam konsep kita, kantong wangi biasanya adalah benda untuk menandai cinta. Kode untuk menyampaikan perasaan melalui kantong wangi beragam, bersifat halus dan indah. Banyak kantong wangi memiliki gambar ikan, ikan adalah simbol tradisional Tiongkok yang menyiratkan harapan akan rezeki yang berkelanjutan dan keberuntungan.
6. Sisir (Janji Pernikahan) Menyatukan rambut, menjadikan sisir sebagai hadiah. Pada zaman kuno di Tiongkok, memberikan sisir berarti janji untuk menikah dan keinginan untuk menjalani hidup bersama sampai tua. Memberikan sisir melambangkan keterikatan seumur hidup dan makna janji pernikahan. Sebelum seorang wanita menikah, keluarganya memiliki kebiasaan menyisir rambutnya, dengan pepatah “sisir pertama tersisir sampai tamat, sisir kedua saat uban sejajar alis, sisir ketiga memiliki banyak keturunan”, yang mencerminkan harapan baik dari keluarga serta penyampaian kasih sayang. Karena itu, ada tradisi memberikan sisir pada saat Festival Qixi.
Ada beberapa makna dalam memberikan sisir:
1. Sisir melambangkan rindu, mewakili bahwa orang tersebut sangat merindukanmu!
2. Sisir yang digunakan setiap hari untuk menyisir rambut juga melambangkan kedekatan denganmu, mewakili hidup bersama hingga tua!
3. Sisir juga melambangkan cinta, pada zaman kuno biasanya memiliki arti sebagai tanda kesetiaan cinta!
4. Sisir juga melambangkan kesehatan dan kebahagiaan! Menghilangkan ketidaknyamanan, membuka kebuntuan hati, dan menyisir rambut membuat seseorang merasa segar dan percaya diri!
Ada juga pendapat bahwa sisir tidak boleh diberikan kepada teman karena melambangkan perpisahan, sedangkan memberikan sisir kepada pasangan berarti hidup bersama hingga tua.
7. Saputangan (Menyampaikan Perasaan) Pada zaman kuno, saputangan sering digunakan untuk menyampaikan perasaan, membawa makna kerinduan yang dalam dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sering ada adegan di mana seorang wanita menghadapi orang yang dicintainya, menundukkan wajah malu, pipi memerah, tangan kebingungan, lalu menyerahkan saputangan. Ada rasa tak berdaya, malu, dan kegembiraan, sehingga menimbulkan rasa kasih sayang.
Kitab kuno berkata “ada seorang wanita, tangan memegang saputangan, tersenyum manis penuh pesona”, bayangkan wanita itu berdiri di antara ribuan bunga, memanfaatkan ujung saputangan yang melayang untuk menatap dengan penuh kasih.Sekaligus menutupi rasa canggung saat tersenyum memperlihatkan gigi, juga bisa menambah beberapa pesona, lebih-lebih ketika berbalik, dengan senyuman ringan mengucapkan kepada pria yang terpesona itu sebuah kata 'bodoh', segala macam pesona terkandung di dalamnya, membangkitkan perasaan terdalam orang lain, lalu bisa memunculkan kisah legendaris atau karya agung, mengapa tidak menikmatinya?
Tujuh Tanda Cinta Tradisional Tiongkok Kuno
Balasan (3)
Baiklah... kamu membuat ini jadi rumit, sebenarnya menulis novel tidak harus menulis tentang zaman kuno, zaman modern, dan masa depan juga bisa... juga tentang Barat
Sebenarnya saya adalah cadangan, tentu saja hal-hal yang berguna harus mengalir.
Menunjukkan saya,,, sudah melihatnya
— Semua balasan dimuat —