【Berbagi Musik】Longjing's (Kembali)
Longjing, sejak kamu kembali dari luar negeri, kita hampir tidak sempat ngobrol, selalu sibuk. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku katakan, tapi belum sempat, eh sekarang kamu harus pergi lagi. Saudara, setiap kali kamu pergi, bertahun-tahun lagi, sungguh sulit melepas. Kita semua pria dewasa, tapi kedengarannya agak seperti wanita. Sekarang akan pergi lagi, kamu harus mengingat kita beberapa saudara ini. Biar aku terlihat hebat. Kata-kata ini terlalu bertele-tele, agak sulit diucapkan, jadi aku tulis jadi sebuah lagu ucapan selamat. Di sana jaga kesehatan, kalau ada apa-apa sering hubungi. Jangan selalu main misterius, hati-hati kalau pulang nanti aku marah sama kamu. Jangan selalu menahan diri, mau makan apa saja makan saja. Kalau kamu kembali semakin kurus, beberapa saudara akan menendangmu. Tetaplah tinggal dengan tenang, kendalikan amarahmu. Di sana tidak seperti di sini, kalau terjadi masalah tidak ada yang benar-benar membantu. Kalau bosan atau lelah, telepon saudara-saudara. Telepon ini tidak akan mati atau keluar jangkauan. Saudara, saudaramu ada di sini. Kapan pun kamu balik, beberapa saudara menunggumu. Saudara, rumahmu ada di sini. Dimana pun kamu berada, beberapa saudara mendukungmu. Saudara, hatimu ada di sini. Tidak peduli apa kata orang, beberapa saudara mengerti kamu. Saudara, kamu harus segera kembali ke sini. Tidak peduli bagaimana keadaannya, beberapa saudara menemani kamu. Bersulang, satu gelas, lanjut satu gelas lagi, tidak mabuk tidak pulang. Tugas malam ini, beberapa saudara semuanya mabuk. Minum, tidak ada yang peduli hal lain. Setelah muntah, minum lagi, tidak ada yang tidur duluan. Tertawa, mungkin tawa bisa menghentikan air mata. Dalam kamus kita, menangis mungkin memang tidak ada. Ngobrol, bicara tanpa sensor, tidak tahu lelah. Tidak ada yang bisa mengatur kita, kalau ingin berbicara tentang siapa saja bicara saja. Tinggi, mulai bertingkah aneh di jalan. Hal yang harus pergi, semuanya terlupakan. Menyanyi, lagu itu bernama Longjing. Longjing ada di sini, tercermin di langit malam. Ayo, beberapa saudara selalu berjalan berdampingan, tidak ada yang tertinggal. Inilah Longjing, mabuk, kali ini benar-benar bersalah. Tidak ingin memikirkan apa pun, ini ketenangan sebelum perpisahan. Saudara, saudaramu ada di sini. Kapan pun kamu balik, beberapa saudara menunggumu. Saudara, rumahmu ada di sini. Dimana pun kamu berada, beberapa saudara mendukungmu. Saudara, hatimu ada di sini. Tidak peduli apa kata orang, beberapa saudara mengerti kamu. Saudara, kamu harus segera kembali ke sini. Tidak peduli bagaimana keadaannya, beberapa saudara menemani kamu. Pesawat terbang, tanpa ucapan selamat atau perpisahan, begitu saja pergi. Makanya kamu begini. Barang-barang yang sudah dipersiapkan, kamu juga tidak bilang dibawa. Takut beberapa saudara akan mengikatmu agar tidak pergi, kan? Di sana baik-baik, jaga dirimu. Kalau kurang apa-apa, bilang ke beberapa saudara. Jangan menahan diri. Kalau sungguh ingin kembali.Ayo cepat kembali, nak. Masih ada tumpukan pekerjaan yang menunggumu di sini. Kalau ada urusan keluarga di sini, cukup bilang satu kata. Jangan biarkan ayahmu merasa tidak ada keluarga di sini. Masih banyak hal yang belum kau katakan, tapi kau sudah pergi. Kapan kau akan kembali? Beri aku tanggal yang pasti. Jangan sampai lupa. Hal-hal lain, aku juga tidak akan mengulanginya. Telepon, hubungilah aku. Kita harus tetap berhubungan. Aku bilang hal-hal manis ini sampai merinding. Baiklah, saudara, begitu saja. Saudara, saudaramu ada di sini. Kapan pun kau kembali, kita menunggumu. Saudara, keluargamu ada di sini. Tidak peduli di mana kau berada, kita mendukungmu. Saudara, hatimu ada di sini. Tidak peduli apa yang orang lain katakan, kita mengerti kamu. Saudara, kau harus cepat kembali ke sini. Tidak peduli apa pun yang terjadi, kita akan menemanimu.
Balasan (5)
Ah… namanya Longjing
Penyanyi Longjing
Salah cetak.
Sudah dengar, tentang persahabatan, endingnya cukup enak didengar
He~~ sama 3L~~
— Semua balasan dimuat —