Sebuah esai singkat
Tidak peduli apa pun, jika kamu ingin percaya, kamu akan bisa menemukan alasan untuk mempercayainya. Waktu berhenti karena jarum jam jatuh cinta pada jarum menit, dan tidak ingin berpisah lagi, sama seperti aku, jatuh cinta padamu. Terkadang, untuk mendapatkan hal yang paling kamu inginkan, kamu harus melakukan hal yang paling tidak ingin kamu lakukan. Kamu mungkin tidak berharga di mata satu orang, tapi berharga tak ternilai di mata orang lain. Ingatlah nilai dirimu sendiri. Jangan berharap, jangan mengandaikan, jangan memaksa, biarkan mengalir apa adanya, jika memang ditakdirkan, itu pasti akan terjadi. Mungkin, saat kali berikutnya kamu teringat padaku, kita sudah kehilangan kontak. Kamu bukan aku, kamu tidak akan tahu seberapa besar aku peduli padamu, lebih lagi tidak tahu seberapa takut aku kehilanganmu suatu hari nanti. Tangan yang digenggam, pada akhirnya tetap harus dilepaskan. Siapa yang tidak, sambil terluka, belajar menjadi kuat. Terkadang, janji, hanya orang yang mendengarkannya yang akan mengingatnya.
Balasan (0)
— Semua balasan dimuat —