Fabel tentang Pertumbuhan: Menjadi Pohon Apel yang Selalu Tumbuh
Sebuah pohon apel akhirnya berbuah. Pada tahun pertama, pohon itu menghasilkan 10 apel, 9 diambil orang, dan pohon itu hanya mendapatkan 1. Pohon apel merasa tidak puas, lalu memutus jalur hidupnya sendiri dan menolak untuk tumbuh. Pada tahun kedua, ia berbuah 5 apel, 4 diambil, dan pohon itu mendapatkan 1. "Haha, tahun lalu aku mendapatkan 10%, tahun ini mendapatkan 20%! Menggandakan hasilnya." Pohon apel itu merasa seimbang secara psikologis.
Sebenarnya, pohon itu bisa melakukan hal lain: tetap tumbuh. Misalnya, pada tahun kedua, jika ia berbuah 100 buah, 90 diambil, dan ia menerima 10. Bisa saja, 99 diambil dan ia hanya mendapat 1. Tapi tidak masalah, pohon itu masih bisa terus tumbuh, dan pada tahun ketiga menghasilkan 1000 buah… Sebenarnya, berapa banyak buah yang didapat bukanlah yang terpenting. Yang paling penting adalah, pohon apel itu sedang tumbuh! Ketika pohon apel menjadi pohon yang menjulang tinggi, kekuatan yang dulu menghalangi pertumbuhannya akan menjadi sangat lemah hingga bisa diabaikan. Sungguh, jangan terlalu memikirkan buahnya, pertumbuhan adalah yang paling penting.
[Komentar Psikologis] Apakah kamu seorang pekerja yang sudah memutus jalur hidupnya sendiri? Pada awal bekerja, kamu berbakat, penuh semangat, dan percaya "Bakatku pasti ada gunanya". Namun realita cepat mengajarmu beberapa pukulan keras. Mungkin, kontribusi besarmu di perusahaan tidak dihargai; mungkin hanya mendapat pengakuan lisan tanpa keuntungan nyata; mungkin… Intinya, kamu merasa seperti pohon apel itu, hasil jerih payah yang kamu dapat hanya sebagian kecil, sangat jauh dari harapanmu. Maka kamu marah, frustrasi, dan penuh keluhan… Akhirnya, kamu memutuskan untuk tidak terlalu berusaha lagi, menyesuaikan usaha dengan hasil yang diterima.
Beberapa tahun berlalu, saat direnungkan, kamu menyadari sekarang, bakatmu tidak lagi seperti saat pertama bekerja. "Tua, matang." Kita terbiasa menertawakan diri sendiri seperti ini. Tapi sebenarnya, kamu sudah berhenti tumbuh. Kisah seperti ini terjadi di sekitar kita sangat sering. Sebagian kecil, sangat jauh dari harapanmu.Jadi, kamu marah, kamu kesal, kamu penuh keluhan... akhirnya, kamu memutuskan untuk tidak berusaha terlalu keras lagi, membiarkan apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu peroleh. Kesalahan seperti ini terjadi karena kita lupa bahwa kehidupan adalah sebuah perjalanan, adalah sebuah keseluruhan, kita merasa diri kita sudah tumbuh, sekarang saatnya mencapai hasil. Kita terlalu mempedulikan keuntungan dan kerugian sesaat, dan lupa bahwa pertumbuhan adalah yang paling penting. Untungnya, ini bukan tentang memutuskan urat sendiri dalam novel Jin Yong. Kita selalu bisa berhenti melakukan ini, dan terus berjalan menuju jalan pertumbuhan. Ingat: jika kamu seorang pekerja, dan bertemu dengan atasan atau budaya perusahaan yang tidak mengerti manajemen, manajemen yang kasar, atau manajemen yang salah, maka ingatlah, jangan biarkan kemarahan dan keluhan membuatmu merusak diri sendiri. Tidak peduli apa pun yang terjadi, jadilah pohon apel yang selalu tumbuh, karena pertumbuhanmu selalu lebih penting daripada berapa banyak uang yang kamu dapat setiap bulannya.
