【Novel Asli】Raja Iblis〔Satu〕
Angin yang liar bertiup sekejap, rambut hitam pemuda berkibar-kibar. Potongan-potongan daun, bercampur dengan tanah, terpukul di wajahnya, sangat sakit. Dia bingung dalam angin, tidak tahu harus berbuat apa.\ Dalam angin yang menghadangnya, samar-samar terdengar darah dingin yang menyiksa, seolah-olah hantu merintih di telinganya. Dalam kegelapan yang tak berujung, sepertinya hanya dia sendiri. Setelah menyadari hal ini, ketakutan dengan cepat mengepungnya. Seperti kegelapan sebelum fajar, hatinya, sangat sedih.\ Pemuda itu dengan hati-hati menelan ludah, sesuatu yang dingin masuk ke tenggorokannya, seperti cacing licin, merayap ke saluran pernapasan.\『Batuk! Batuk!!』Dia batuk hebat, sekuat tenaga, seolah dengan cara ini, ketakutannya bisa dikeluarkan lewat batuk. Batuk yang hebat memaksa air mata yang hangat keluar, menempel di wajahnya, kemudian panasnya segera menguap. Air mata ini, setengah berasal dari kegembiraan, setengah dari ketakutan.\『Menelan ludah saja bikin tersedak, aku…』Pemuda itu menghapus sisa cairan di mulutnya, tersenyum menyeringai.『Aku sangat lemah…』\『Tapi… selama aku melepas itu… maka… hehehe…』\Pemuda itu tersenyum dingin, di depannya, pintu besi hitam yang terbuka lebar, seperti makhluk raksasa dengan mulut berdarah, menampakkan taringnya dan menatap dengan marah ke depan di kegelapan. Pemuda itu melangkahkan kaki kaku, perlahan masuk.\ Di lorong sempit, cahaya redup lampu bergoyang, bayangan-bayangan seperti hantu mengikuti di belakangnya, ditarik hingga panjang. Sekitarannya kosong dan sunyi, hanya dengusan napas pemuda yang bergema. Pelipisnya berdenyut gelisah, darah yang mendidih di dalam tubuhnya seolah siap memancur kapan saja. Tubuhnya perlahan menjadi mati rasa, yang mendorongnya untuk berjalan hanyalah insting.\ Di depan gulita, pemuda merasa sedang melangkah menuju kematian.\ Waktu seolah membeku, setiap napas membuat paru-paru terasa sakit terbakar. Kesedihan yang tak terjelaskan tiba-tiba memenuhi hatinya, bercampur dengan ketakutan, menyatu dalam jiwanya.\ Tanpa disadari, dia sudah di ujung lorong. Jantungnya mendadak menegang, memukul dada semakin cepat.\ Semakin mendekat…\ Pasti harus melepaskannya!\ Saat sedikit pun kegelapan terakhir terkuak di depan mata, tubuhnya… sudah tidak sanggup menahan ketakutannya!\ Di ujung lorong, terdapat peti batu sebesar gunung, membara dengan api yang menari mengikuti angin, gelombang panas yang datang membuatnya tidak bisa membuka mata.\ Perlahan, peti api itu terbuka.\ Di dalamnya ternyata!\ Peti api itu di dalamnya ada peti es!Tertutup kristal es yang murni dan berkilau, terus memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang.\Remaja itu gemetar sambil melangkah maju, tanpa memperdulikan siksaan dari es dan api, menempatkan tengkorak tembaga di atas peti es.\Sejenak, tengkorak itu tertutup oleh es, kemudian hancur berkeping-keping, meledak. Benturan yang dahsyat mengubah lapisan es menjadi kabut es.\Di dalam kabut es, peti es perlahan-lahan terbuka.\Sosok tinggi muncul di depan remaja itu. Lututnya, melawan kehendak, jatuh berlutut.\Udara seolah membeku. Remaja itu gemetar dan menengadah, melihat seseorang berdiri di hadapannya!\Jubah panjang berbulu halus dengan motif naga yang mewah menonjolkan tubuhnya yang tinggi dan kurus dengan sempurna. Pada lengan kanannya, cakar es yang besar memancarkan aura seorang penguasa. Wajahnya yang tampan dan dingin dengan alis mengerut, sepasang mata oranye yang jernih, disinari oleh pupil binatang yang berdenyut seperti retakan!\Panas yang membakar dan hawa dingin yang menusuk tulang terus memancar, meresap ke dalam jiwa sang remaja.\Dia gemetar... berkata:\『Selamat datang kembali…』\『Yang Mulia Raja Iblis.'
Balasan (11)
Menulis autobiografi? Bantu naikkan
Terima kasih, Yi Lou! Tapi ini bukan otobiografi... ini novel...
Mencari karakter, Du Gu Xuan (laki-laki), Du Gu Xiao Xuan (perempuan), Du Gu Xiao Xuan (perempuan), Du Gu Xiao Xuan (perempuan) Satu atau dua sudah cukup
Satu atau dua... apakah kamu ingin menjadi penjahat?
Puncak!
LZ tolong tambahkan satu peran untuk saya
Jangan bilang padaku karakter yang kamu inginkan disebut 'Memukul Setan'…
Tiba-tiba menyadari…
Baiklah, ubah saja. Ubah ini menjadi prolog. Hari ini sudah diperbarui, dalam seminggu telah menyusun banyak kerangka. Kalau ada waktu, rapikan postingan karakter teman…
Tiba-tiba, semuanya hilang
— Semua balasan dimuat —
