Masalah Pertanian Bahagia

Poster aslinya: Angin musim gugur dan daun yang gugur Tampilan: 86 Balasan: 5 Diposting di: 2012-12-20 20:10:17
Setelah bermain Happy Farm begitu lama, saya merasa seharusnya ditambahkan fitur menanam dan mencabut sekaligus. Semoga admin menambahkannya, terima kasih.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
→_→ Sepertinya kamu sudah mengirimnya, kan?
Sepertinya penulis posting sudah mengirim sebelumnya, tapi tetap dengan penulis yang sama
Oh, kepala situs kami sangat sibuk
Kamu lagi-lagi datang ke sini membual, sampai aku harus mencari beberapa komunitas, menelusuri ratusan halaman postingan, akhirnya menemukanmu. Mandor menyuruhku memberitahumu, besok pergi ke lokasi kerja lebih awal, harus memindahkan 3 truk semen dan 2 truk bata, kalau tidak selesai, upah kemarin pun tidak akan diberi. Selain itu, janda Wang di ujung timur desa menanyakan padamu: kapan punya cukup uang untuk menikahinya? Kalau sampai akhir tahun kamu masih belum kembali, dia akan menikah dengan si Leher Miring di ujung barat desa.
《Daun Gugur Musim Gugur》 Malam yang sepi hanya menyisakan aku seorang diri Mencintai dengan bodoh juga mencintai sangat dalam Aku tahu Ciumannya, tatapannya Adalah luka yang tak bisa sembuh di hatiku Di jalan cinta hanya menyisakan aku seorang diri Tak bisa sampai ke akhir takdir yang membingungkan Jika cinta yang dianugerahkan Tuhan padaku naik turun Jangan biarkan aku mencintainya semakin dalam Orang yang membuatku rela mencintainya seumur hidup, Mengapa justru melukainya semakin dalam Pernah berkata tanpa penyesalan mencintai seumur hidup Sekarang dipikir lagi begitu naif Ketika waktu yang kejam, diam, dan tiada suara, daun gugur musim gugur Hanya menukar perpisahan dalam diam Pernah bermimpi cinta kita yang bergemuruh Dan hanya bisa berharap di dunia lain Di jalan cinta hanya menyisakan aku seorang diri Tak bisa sampai ke akhir takdir yang membingungkan Jika cinta yang dianugerahkan Tuhan padaku naik turun Jangan biarkan aku mencintainya semakin dalam Orang yang membuatku rela mencintainya seumur hidup, Mengapa justru melukainya semakin dalam Pernah berkata tanpa penyesalan mencintai seumur hidup Sekarang dipikir lagi begitu naif Ketika waktu yang kejam, diam, dan tiada suara, daun gugur musim gugur Hanya menukar perpisahan dalam diam Pernah bermimpi cinta kita yang bergemuruh Dan hanya bisa berharap di dunia lain Ah, aku lelah dan bertobat, menempuh jalan demi kekasih Ah, memadamkan api semangat yang membara Memadamkan api semangat yang membara
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan