Qian-Kepergian Pencerahan-21 Desember 2012-Catatan kecil.

Poster aslinya: mudah Tampilan: 238 Balasan: 12 Diposting di: 2012-12-22 12:19:30
\ Gosip nomor 21 adalah kiamat, sebagian besar orang tidak mengalaminya, tetapi Qian seperti mengalaminya, enam bulan yang lalu semua uang di kartu bank Qian ditipu. Sebenarnya Qian terlalu mudah percaya padanya.\ Tapi Qian tidak peduli, sama sekali tidak peduli dengan uang, yang dia inginkan hanyalah semoga orang yang merasa pintar ini bisa sadar, jangan tenggelam terlalu dalam.
Mengira Qian tidak bisa berbuat apa-apa padanya, sebenarnya selama Qian mau, dia sudah bisa menempatkan "sahabat baik" ini di jalurnya.\ Uang apa artinya, pria, hal ini sama sekali tidak penting, mudah didapat.\ \ Setengah tahun berlalu begitu cepat, Qian mengalami begitu banyak, juga melihat dan memahami begitu banyak hal, selalu percaya bahwa persahabatan bisa bertahan lama, hingga kemarin baru tahu, ternyata semua itu hanyalah kegigihan seseorang dalam satu pemikiran.\ Kamu pergi, Qian tidak peduli, kamu kembali, tidak peduli kesalahan apa pun yang kamu buat. Akan tetap menjemputmu melewati badai sebesar apa pun.
Namun ternyata merancang untuk melukai tangan kiri Qian, sungguh anak nakal, apa begitu ingin menang? Baiklah, biar aku...
Penipuan adalah bagian dari kehidupan, ketika seseorang tumbuh, harus mengalami penipuan, aku tidak akan berhenti menolong orang karena itu, tapi Qian akan membuat dirinya lebih rasional dan tenang, uang tidak bisa kembali, hal-hal berharga yang hilang, Qian hampir berusia tujuh belas tahun, kesalahan boleh dilakukan, tapi mengulanginya kedua kali, itu sepenuhnya membuktikan seseorang, pantas!\ \ Daun pisang merunduk di hujan yang tiada henti, hari demi hari. Orang datang dan pergi bersinggungan.\ Pekerjaan yang padat seharian, berbaring lelah di sofa, tulang terasa seperti tercerai-berai, seluruh tubuh lemas.\ \ Membuka TV dengan bosan, ganti saluran satu demi satu, tidak ada acara yang ingin ditonton, baru-baru ini suasana hati sedang rendah, segala sesuatu terasa tidak menyenangkan, tidak menemukan alasan untuk bahagia, terpaksa berhenti. Bergerak ke cermin, berusaha tersenyum, memberi tahu diri sendiri, segala sesuatunya akan berlalu. Wajah di cermin, senyum yang dipaksakan begitu familiar, wajah terlihat lebih bahagia, ternyata kesedihan dan kelelahan memang seperti itu saja...
Selalu menasihati orang lain, hati adalah akar kebahagiaan, selama kamu memiliki akar kebahagiaan, ke mana pun kamu pergi kamu akan bahagia.
Kadang-kadang, menanyakan pada hati sendiri, ke mana kebahagiaan Qian?\ Apakah tidak sengaja hilang? Bagaimana cara mendapatkannya kembali?Selalu ada satu hati yang tergantung di udara, melayang-layang tak tahu ke mana arah tujuannya.
Biasanya membuat secangkir teh susu, duduk di depan komputer, speaker memutar lagu kesukaan 'Menangis di Bahu', sambil mendengarkan, tiba-tiba merasakan kesedihan yang tak jelas. Mungkin jika ada orang yang mau mendengarkan lagu ini, dialah orang pertama yang mengerti Qian.\ \ Perkara benar atau salah, dendam, tersenyum saja.\ \ Teman bilang Qian hati-hati, otaknya cerdas seperti monyet, tenang menghadapi masalah. Semua bisa dilihat dengan lapang dada.\ \ Sebenarnya tidak begitu, terbuka hati lalu bagaimana? Tidak terbuka hati lalu bagaimana? Orang Qian tidak mati, artinya hatinya tak pernah terluka, tak akan kehilangan semangat optimis...
Karena hati, tidak pernah ada perbedaan kuat atau lemah.

----------\ Nulis seenaknya banyak sekali, juga tidak tahu nulis apa...\ Pokoknya begini: laki-laki, bagaimanapun juga tidak akan hamil.\ Biasanya membuat secangkir teh susu untuk diminum... jadi tidak memikirkan hal-hal yang tidak layak dipikirkan.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Aku memang suka sifat seperti ini!
17 tahun, bekerja, dia, muncul bersamaan, sulit dipercaya
Dan yang 96W itu, statusnya sebenarnya apa? Penuh dengan warna misterius, dan pendidikannya juga tidak biasa
Tanggal 21, saya juga kehilangan banyak hal…
...Kamu kejam... Kamu licik... Kamu keren...
Pokoknya kamu tidak peduli uang! Beri saja 100W! Aku akan sangat berterima kasih padamu →_→
Memandang rendah malam... Sekarang siapa yang tidak mengidamkan harta? Ini benar-benar zaman orang mati karena harta seperti burung mati karena makanan... Tidak punya uang... Segalanya hanyalah awan tipis... Tak berdaya... Tak berdaya... Tak berdaya... Apakah orang sekelasku hanya hidup demi uang?
=_= Sebenarnya kalian tadi silap lihat, lihat sekali lagi... Qian tidak menulis itu haha...
Harus berkata apa ya, sudahlah, aku cuma bisa tanpa kata membalas postingan ini..
Kamu benar-benar bukan anak orang kaya, tidak percaya..
Aih~~…
Lewat untuk mendukung
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan