Esensi 【Badut】[Bulan Terang Zaman Qin]Puisi Akrostik

Poster aslinya: Lagu Selatan dan Jalan Utara @ Menulis Jalan Utara Tampilan: 142 Balasan: 9 Diposting di: 2012-12-27 15:41:57
Malam yang diterangi bulan, angin dingin lembut, cahaya dan bayangan menyebarkan beberapa kelopak yang jatuh, warna-warna cerah dan berkilauan. Mata wanita yang cerah berkilauan, tengah malam angin sejuk menggerakkan danau hati, aroma memudar dan giok jatuh, apakah itu disebut rumah? Air mata sejelas mutiara dan giok, yang patah hati memegang kapas yang pecah, pedang ringan dingin menusuk hati. Cinta mendalam dan cinta mendalam di masa kacau, banyak kekasih berpisah, menghela napas atas banyak ketidakadilan dunia! Dengan sukarela berubah menjadi kupu-kupu menari berpasangan, kasih sayang mendalam jatuh ke kesedihan seumur hidup, rasa sakit berkumpul dalam hati, kesedihan tanpa akhir. Walet tanpa kata terbang ke utara dan selatan, kata-kata mencerminkan kerinduan yang terukir dalam di hati, merindukan kekasih yang selalu linglung. Melupakan perpisahan, masih mengingat pertemuan pertama, namun tak sanggup menahan kesedihan itu, kapan kita akan bertemu di ujung dunia? Kesepian dan duka, air mata seperti hujan, menari sendirian seperti pelangi di jurang, jiwa tercerai-berai dan tak tersingkirkan. Terbawa awan, aku tak bisa melihatmu; angin cerah dan santai, rok berkibar, menyapu debu namun tetap rindu. Siapa yang terbang ringan, ke mana mereka pergi, ke mana dan ke mana mereka pergi? Wajah-wajah tersenyum lebih dingin dari air mata. Hati yang begitu setia hanya menambah kesedihan, kerinduan mengalir lembut seperti aliran sungai; bukankah kekasihku tahu bagaimana merindukanmu? Dinasti yang kejam dan penuh gejolak ini, bagaimana bisa membayangkan gaun pengantin merah? Ikatan duniawi dan perasaan pribadi semuanya mengikuti angin, bahkan tawa dan pembicaraan tak pasti. Api perang menyala tanpa rasa takut, siapa yang bisa menang di medan perang? Seribu tetes hujan menghantam hati, urusan militer menyembunyikan perasaan mendalam. Sepuluh ribu bilah angin menghantam hati dan mematahkan hati, kuku kuda berlari kencang. Suatu hari, menua bersama orang yang dicintai, yang iri pada pahlawan karena tidak memiliki ketenaran yang tak berguna? Untuk selamanya dan menikmati kebahagiaan tanpa batas! Apa yang benar-benar mencintai dengan dalam? Siapa di antara raja dan rakyat biasa yang benar-benar jelas? Masa lalu sering dikenang, benang-benang cinta sulit diputus, namun tetap dihargai; bahkan di luar jalur, musuh masih memikirkannya. Siapa yang tersenyum cerdik, siapa yang menangis? Bolehkah aku bertanya, siapa yang akan mengumpulkan kekasih selamanya? Berkeliling dunia, masih patah hati. Menatap langit malam yang gelap, bintang-bintang bersinar terang, terang seperti salju, sinar bulan menyebarkan pengait perak ke jiwa yang sedih. Kesal karena dunia fana tidak menerima cinta, kesedihan dan kesedihan mengelilingi tarian hujan yang dingin dan terbelah, mencairkan debu halus. Seribu kata tak mampu mengungkapkan kerinduan yang dalam; sejak zaman kuno, masa-masa penuh gejolak penuh dengan kesedihan, cinta dan kebencian dipisahkan oleh surga. Reinkarnasi tak berujung, cinta aneh ini, jika melihat ke belakang, tak tertahankan menjadi lagu terakhir. Merasakan semua kepahitan dan kebingungan, menatap bulan yang cerah, sehelai aroma musim gugur menyebar. Menutup mata dan menghirup dingin tanpa akhir, siapa yang bisa melarikan diri dari kesulitan dan takdir? Paling-paling, kasih sayang yang dalam tak pernah bergerak, kebanggaan semua kehidupan, kesepian yang kosong. Dunia ini sulit dikalahkan dengan cinta, betapa banyak orang yang berduka ada. Jalannya berbahaya, hati sulit dipahami; memang, lebih banyak dendam daripada perasaan sejati. Terdiam, menyaksikan bunga jatuh, air mata sering membasahi gaun polos. Menatap bulan dingin, menatap jauh, menunggu fajar. Bolehkah aku bertanya kapan malam berakhir, cinta akan berubah menjadi kucing terbang. Lu liar dan bodoh, pengejaran tanpa akhir, urusan manusia seperti awan yang melayang. Hati penuh darah penuh gairah, betapa banyak kasih sayang; hidup dan mati, begitu banyak luka; luka sembuh tapi hati sulit disembuhkan.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Bagus banget!! Sekalian tanya: kamu dapatkan dari mana??
Saya adalah badut.
Tahu, tahu, aku tahu kamu adalah badut
Apakah kamu boneka?
Saya adalah pemimpin sirkus
Saya adalah boneka hidung panjang
Minta nomor, semakin dilihat semakin bingung
Bagus sekali
Jarang ada pendatang baru langsung menuju ke bagian emosi begitu datang.
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan