Esensi 【Badut】Pergi selama seribu tahun, di mana yang serupa dengan di depan cawan?

Poster aslinya: Lagu Selatan dan Jalan Utara @ Menulis Jalan Utara Tampilan: 110 Balasan: 5 Diposting di: 2012-12-28 13:29:05
Angin sejuk menusuk, semalam bunga beterbangan bagai ribuan salju di puncak gunung terang
Sore yang terputus, bayangan matahari tenggelam di pegunungan yang kelam
Embun beku menetes, kabut senja mengalir, ke mana bisa curahkan kesedihan perpisahan
Debu ringan, saat burung angsa kembali, bulan penuh menyinari menara barat yang sepi
Lagu dan tari berulang, bunga indah dan bulan penuh, namun manusia kembali berpisah
Seribu tahun, seluruh Xiang penuh dengan aroma bunga, jiwa harum tersebar ke ujung dunia
Air mata sulit ditahan, menenggak gelas untukmu, mimpi seperti kemewahan yang mengambang
Bayangan gelap mengikut, di kehidupan berikutnya ingin menjadi awan santai dan bertemu lebih cepat
Naik angin, bayangan bulan yang redup terdengar saat mabuk di senar kosong
Angin dan awan sunyi, seluruh pegunungan dan sungai hanya menyisakan rindu yang jauh
Seluruh negeri berguncang, ombak menutupi gelas, kesepian tersisa
Lembut di jari, sayap yang terbakar menodai kemewahan yang mengambang pergi
Demi dirimu, kemuliaan memudar, meninggalkan emas dan permata
Tak seperti dahulu, di antara bunga dan gelas, manusia jarang merasakan kebahagiaan
Gelas kaca berwarna, ukiran di tenggorokan, tanpa sadar air mata menetes di wajah
Kecapi air, embun dingin menetes, mimpi ingin berbicara tapi terhambat nafas
Pesta perpisahan, mulai saat ini saling memandang dan rindu tapi tak bertemu
Tengah malam pasang, gelombang tipis di laut mengejar langit biru
Jauh di langit, bulan musim gugur kembali seperti dalam mimpi
Mabuk untuk kampung halaman, kehidupan dan nama yang mengambang, segenggam ringan
Bantal batu, menghitung bunga jatuh, pegunungan hijau membawa gelas berisi alkohol
Pulanglah, pemancing dan penebang kayu bernyanyi di senja, ujung dunia tak terasa jauh
Ribuan pohon bersalju, bersulang denganmu, tertawa mabuk sembilan langit
Jagad raya membentang, ilusi negeri sembilan menjadi hebat
Pencapaian abadi, seluruh dunia delapan penjuru menguasai langit
Puisi tengah malam, ingin menuangkan laut biru bersamamu
Sumpah tinta, ingin menaklukkan alam setan hanya untukmu
Akhirnya, bumi tua dan langit hancur, naga dan angsa terbang bersama
Badut
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Sudah selesai membaca... tegas mendukung sedikit.
Terus dukung
Naikkan lagi ke lantai pertama, aku akan menjatuhkanmu terbang
Tulisan yang indah!
Lewat di atas
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan