【Lagu Selatan】 Naungan Bunga Mabuk
(tengah)Bayangan bunga semakin dalam dan ramping, angin sepoi-sepoi di bangku lukisan menara. Satu cangkir hampir masuk mimpi, rasa mabuk sudah menyayat musim gugur. Sepi bersama kecapi yang sunyi, lalu biarkan kesedihan tetap tinggal. Di pipi persik yang dirias merah, asap dingin melewati mata. Bantal bulan mencium air mata yang mengalir, hanya membawa cangkir untuk diendus. Menara mengirimkan surat yang dingin, dendam debu merah tak berkesudahan. Bunga mutiara menodai karat tembaga, hujan dingin sedang merajut dengan teliti. Pelepah pisang basah dengan rasa sedih, jendela liar menyimpan irama puisi lama.
Balasan (2)
Aku sudah tahu...
Ganti kalimat kedua menjadi, angin sejuk naik ke menara lukisan.
— Semua balasan dimuat —