(Untuk memperingati tahun hijau para insinyur dan tentara) Kamp militer berfungsi sebagai tempat pamer dan kembali ke rumah untuk menciptakan kecemerlangan

Poster aslinya: , Kutukan Hati yang Membara, Tahun Tujuh Banci Tampilan: 355 Balasan: 9 Diposting di: 2013-01-05 11:07:31
Hari perpisahan akan segera tiba. Kami tidak menangis, karena kami adalah saudara. Kami tidak menyesal, karena kami pernah menjadi tentara. Di rumah, mungkin kamu adalah anak yang dicintai orangtua, dirawat dengan penuh perhatian; di tanah orang, mungkin kamu adalah seorang perantau, setiap hari sibuk berjuang; di tentara, hatimu dibersihkan, dan tekadmu diasah. Tak terlupakan, lapangan rumput di depan barak itu. Tak terlupakan, terompet militer yang panjang itu. Tak terlupakan, lapangan latihan kita; tak terlupakan, sersan lama kita, teman baik kita. Daun jatuh di musim gugur, bunga mekar di musim panas, musim selalu bergantian; prajurit baru masuk, prajurit lama pensiun, sambil menyambut prajurit baru, prajurit lama juga diam-diam pergi. Ada yang mengatakan: Menjadi tentara menyesal selama tiga tahun, tidak menjadi tentara menyesal seumur hidup. Menjadi tentara, mungkin akan membuatmu kehilangan banyak peluang mencari kekayaan, tetapi menjadi tentara membuatmu mengasah karakter dan gaya hidup yang bahkan uang pun tak bisa menandinginya; menjadi tentara, mungkin akan membuatmu kehilangan banyak impian hidup, tetapi menjadi tentara mengajarkanmu apa yang sebenarnya adalah cita-cita; mungkin menjadi tentara akan membuatmu kehilangan cinta yang paling kamu sukai, tetapi menjadi tentara mengajarkanmu merasakan persahabatan yang paling murni dan tulus di dunia—persahabatan tentara. Orang yang tidak pernah menjadi tentara, siapa yang bisa merasakan perasaan bangga dan susahnya, seolah semua yang kamu miliki terhubung dengan temanmu? Orang yang tidak pernah menjadi tentara, siapa yang bisa merasakan perasaan perpisahan yang berat saat prajurit lama pensiun? Aku menyukai kehidupan yang penuh semangat, aku menyukai persahabatan tentara di dalam tentara—orang yang tidak pernah menjadi tentara, bisakah merasakannya??? Hari-hari menjadi tentara, terkadang terasa berat, tetapi dua tahun berlalu begitu saja, tidak tahu bagaimana aku melewati semuanya, jika diingat kembali tetap tak bisa dilupakan—tak bisa dilupakan jalan yang telah ku lalui. Tak bisa dilupakan hari menerima surat tugas masuk tentara, tak bisa dilupakan kebahagiaan ketika memakai seragam baru, tak bisa dilupakan perpisahan penuh kasih sayang dari keluarga, terutama tak bisa dilupakan tatapan orang tua yang penuh kasih saat mengucapkan selamat tinggal, tak bisa dilupakan perasaan 'terbuang di tanah asing' ketika naik kereta. Tak bisa dilupakan momen penuh semangat saat pertama kali memasuki barak, tak bisa dilupakan surat pertama untuk keluarga, tak bisa dilupakan kehidupan pelatihan ketat di rantai pasukan baru, tak bisa dilupakan menunggu surat dari kekasih setiap hari. Tak bisa dilupakan kebanggaan saat menerima pangkat militer.Tidak bisa melupakan perasaan menyentuh tentara yang unggul untuk pertama kalinya, tidak bisa melupakan rasa rindu rumah seperti dalam 'sendirian di tanah asing sebagai tamu asing, setiap festival merindukan keluarga', tidak bisa melupakan pertemuan hari Minggu dengan sesama warga kampung 'kamu datang dari kampung halaman, tentu tahu urusan kampung', tidak bisa melupakan perasaan 'hati ingin pulang seperti panah' saat pertama kali mengunjungi keluarga, tidak bisa melupakan perlindungan tak terhitung dari para tentara besar, tidak bisa melupakan rasa sakit yang mendalam setiap tahun ketika lagu 'mengantar teman seperjuangan' diputar sebagai perpisahan, tidak bisa melupakan, semuanya tidak bisa dilupakan... Teman-teman yang akan meninggalkan pasukan, semua ini akan menjadi kenangan saya, menonjol di militer, mencetak kejayaan di kampung! Teman-teman tersayang, semoga perjalanan kalian lancar... Paman insinyur pembangun hebat sekali! (Semua bertepuk tangan)
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Apakah insinyur tentara sudah melakukan sesuatu?
Dia sudah membersihkan kamar mandi. Lao Wei hebat.
Paman insinyur militer tentu hebat
Ditulis dengan sangat mengharukan, ingin mengatakan satu kata, hebat! Semangat!
Eh, artikel ini yang berjudul asli 'Merindukan Rekan Perang, Kembali ke Barak Militer dalam Mimpi' adalah postingan lama.
Apa-apaan ini! Artikel saja belum dibaca tapi langsung memberi dukungan tanpa pikir!
Pemula berkata: 'Kalau memang orang berbakat, harus menanggungnya!'
Segera hadir
Top! Top! Top!
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan