Sebenarnya, tahap yang tidak berpengalaman ini bagi saya bukan soal mengerti atau tidak, tapi soal mau atau tidak
Tumbuh sampai usia 19 tahun, seharusnya sudah punya tanggung jawab, menurut orang-orang yang sudah lebih dulu mengalami: harus membuang pikiran polos, mengikis sifat kekanak-kanakan, menahan hati yang suka bermain
Kalau tidak, apa yang diucapkan akan rapuh: jika tidak berubah, tetaplah seperti bunga di rumah kaca, apakah bisa bertahan hidup tanpa orang tua? Namun pada akhirnya, orang harus hidup mandiri
Lalu, mengapa tidak berubah?
Bingung untuk waktu yang lama, saya juga mencari jawaban
Saat kelas tiga SMA, saya pernah mengejar seorang gadis, cantik sampai membuat hati bergetar, seperti tokoh dari buku cerita yang sangat disukai, anggun dan elegan
Tapi banyak pengalaman sudah membuktikan, begitu memikirkan hal seindah itu, saya kalah total.
Gadis itu kemudian berkata: kamu adalah anak lelaki yang hidup di dalam kata-kata.
Saya bilang saya mengerti, dia bertanya: lalu mengapa kamu tidak berubah, apakah tidak mengerti? Atau tidak mau?
Setelah itu saya jadi tahu, meski dia tidak menjelaskan, jika saya tetap bersikeras, itu berarti menyiksa diri sendiri
Hidup bukan dongeng, para gadis sudah berpengalaman, benar seperti saya yang belum pernah merasakan cinta pertama, melakukan apapun juga konyol
Tidak ada yang perlu disalahkan, begitulah manusia, semakin berpengalaman semakin tidak tergesa-gesa, yang panik justru mereka yang belum berpengalaman
Banyak sekali pukulan membuat saya menjadi patuh, tentu, bukan hanya karena soal berpacaran
Sakit pun pasti akan dirasakan
Lambat laun saya mengerti, orang yang mencintai kata-kata, mencintai kesederhanaan, mencintai ketulusan memang ditakdirkan rapuh, harus menanggung kesepian yang sulit dimengerti, juga harus sangat hati-hati agar bisa menyembunyikan diri dengan cerdik, dan seiring waktu, biasanya menjadi orang aneh di tengah keramaian
Sederhana dan berbuat baik sebenarnya tidak salah, ada yang menertawakan kesepian dan kebodohan, sebenarnya itu hanyalah ejekan sendiri setelah merasakan pahitnya pengalaman.
Setiap orang tumbuh pada waktunya, setiap orang menyimpan kesepian, ada yang dewasa lebih cepat atau lebih lambat, tidak ada yang bodoh
Kita semua menuntut penebusan bagi jiwa kita sendiri, itulah perjuangan bawaan kita, itulah hidup kita
Tumbuh tepat waktu
Balasan (15)
Sekilas saja sudah tahu kamu menyimpan aku. Halo, pemilik posting. Selamat tinggal, pemilik posting.
How old are you!
Apakah saya akan melalui masa pubertas sekali lagi?
Tidak ingin dewasa, karena setelah dewasa akan kehilangan banyak hal, seperti angpao, kepolosan, jarak antara realitas dan impian terlalu kejam.
Berbakat!
→_→ Kesedihan Telur, simpan paman saya
Dukung postingan ini………… ★▄█〓Sempurna〓█▄★\ ◢▅▅Keluarga Sempurna▅▅◣\▄█Keluarga Sempurna mendukung postinganmu█▄\◥Gambar khusus untuk mendukung postingan Keluarga Sempurna◤
Lantai lima punya penglihatan yang baik, haha
Setelah diperiksa, barang ini seharusnya bukan hasil plagiat, tampaknya barang ini memiliki sedikit pengetahuan dan mengalami kebangkitan kedua. Hahahaha...
Ding
Tulisan seperti pisau, bakat sastra perlu disembunyikan. Di permukaan tidak perlu halus, berbicara tidak akan indah. Tetapi pisau itu selalu ada, selalu tersembunyi... tetapi jika ingin digunakan, bisa langsung tajam dalam sekejap... Orang yang kasar, justru adalah awal memiliki bakat. Menari dengan kata-kata dalam kesederhanaan, itulah puncak tertinggi!
Sangat familiar… (Pernah melihat ini di mana!?)
Hehe, gayanya sebenarnya semua sama, kan?
Apakah pemilik rumah mendapatkan banyak uang dari mengumpulkan barang bekas?
→_→ Yah…
— Semua balasan dimuat —