Tujuh Puisi Akrostik
==Seni Menulis dan Lukis==\-------------\Tujuh mangkuk angin sejuk berdiri penuh semangat\Altar aprikot bertemu musim semi setiap hari baru\Segala hal yang disesuaikan dengan perasaan layak disyukuri\Tahun damai dan urusan sederhana tepat pada musim semi\------------\Tujuh bintang menjulang terang bercahaya\Di atas altar, kakek dewa sungguh bijaksana\Segala hal dilupakan secara nyata\Keindahan tahun sepenuhnya milik sastra\------------\Diteruskan selama tujuh generasi sebuah kumpulan buku\Altar digunakan setiap tahun untuk mendoakan kesejahteraan rakyat\Berkat bangsa-bangsa di pagi hari menyambut tahun baru\Di musim dingin, pohon laurel tetap tampak sebagaimana semula\------------\Kata-kata indah tujuh kata menerangi nyala\Di tepi altar saat perpisahan, salju berserak\Selama-lamanya langit dan bumi tetap tenteram\Tahun dan prestasi tepat untuk dinikmati\------------\Tujuh bab kata-kata tulus tentang kebajikan\Di altar bulan bersinar, istana tertutup\Gunung panjang umur terlihat indah dengan sinar hijau\Tahun demi tahun dalam warna musim gugur\------------\Tujuh bukit dan sungai banyak yang berbakat\Altar terlihat hijau dengan kelembapan berlebihan\Ribuan lembah dan jurang dengan satu pohon pinus hijau\Tahun yang subur rakyat sejahtera tidak ada sengketa\------------\Tujuh puluh tahun lalu rumah yang sejahtera\Hati altar belum mengeluarkan aroma tetapi wangi sudah tampak\Peradaban bangsa-bangsa dengan ritual dan musik\Tahun demi tahun, relevansi benda semakin cemerlang\------------\Tujuh tahun tiga kali juara pertama datang\Altar tersenyum dengan kekuatan dapat mengalahkan gunung selatan\Mata uang banyak dipilih di lautan bunga dan burung\Prestasi tahun diumumkan untuk tanda baik, harus tiga putih\------------\Tujuh puluh tahun lalu rumah kaya\Permukaan altar berkilau memesona sinar matahari\Segala perubahan datang, langit dan bumi bergembira\Menjelang akhir tahun, di mana melihat bunga plum\------------\Tujuh waktu, pahala bagaimana\Tangan ahli keluarga altar tidak bisa menulisnya\Berapa pun banyaknya emas, tidak bisa mendapatkan ramuan dewa\Waktu berlalu begitu cepat tidak bisa dihentikan\--Tujuh altar selamanya\----------
Balasan (5)
Tulisan yang bagus
Naikkan
Berbakat!
Jangan lagi bermain dengan alat puisi akrostik, terlalu mekanis, dari beberapa puisi ini, jika dipisahkan masih bisa disambungkan, baris pertama puisi pertama cocok dengan sisa puisi kedua, meskipun dipisahkan sembarangan tetap bisa disambungkan, jadi dapat disimpulkan, perangkat lunak puisi akrostik,
Saya juga pernah memainkan perangkat lunak ini
— Semua balasan dimuat —