Kenapa kita butuh kesadaran? Inilah akar rasa sakit, sarang kejahatan. Kalau aku lahir tanpa diri, mungkin aku akan mati, mungkin aku akan bahagia. Kalau ada kehidupan setelah mati, aku berharap tak ada aku, dan dunia akan seindah saat aku masih kecil. Andai saja manusia tidak punya pikiran yang begitu berkembang. Aku bisa hidup mengantuk, tanpa pemahaman. Betapa aku berharap ada surga, di mana tidak ada rasa sakit, tanpa kesedihan, tanpa konspirasi, tanpa konspirasi, tanpa intrik, tanpa pertengkaran. Suatu hari, aku melihat harapan dalam hidup. Sesaat, aku mendapat sedikit keberanian, tapi... Yang terjadi setelah itu adalah satu pukulan berat demi pukulan...... Hari ini, aku masih hidup. Kenapa hidup tanpa tahu, hanya untuk mewujudkan mimpi absurd dan kekanak-kanakan di hatiku? Saat ini, siapa pun melakukan segalanya hanya untuk berbagai minat. Selama bertahun-tahun, saya belum pernah melihat ada yang melakukan sesuatu yang membosankan, tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun yang tidak masuk akal. Saat ini, membeli karya klasik memang tidak mudah; bermain game pada dasarnya adalah kecurangan. Di Tiongkok, perkembangan ekonomi yang pesat telah menyebabkan tingkat budaya terhenti di abad terakhir, menghasilkan banyak sampah. Sampah itu ada di mana-mana, meresap, dan mencemari hati generasi demi generasi. Orang Tiongkok kurang kreativitas dan selalu mengikuti harapan orang lain. Sifat manusia semakin didominasi oleh kelicikan, kelicikan, dan keserakahan. Semua orang mengenakan lapisan penyamaran, hanya bersedia melepasnya saat menghadapi kematian.
Akal budi masyarakat semakin merosot
Balasan (5)
OP, kamu berani sekali! Hati-hati dengan sensor..
...
Artikel ini menjiplak dari mana?
Ditulis sendiri
Jika postingan ini tidak diunggulkan, itu tidak adil menurut hukum alam.
— Semua balasan dimuat —