Esensi Adaptasi Makam Para Dewa

Poster aslinya: @MelawanLangit Tampilan: 217 Balasan: 5 Diposting di: 2013-02-23 22:04:47
Bab Dua: Menerima Murid Chen Nan terbang menuju kejauhan! Saat semua orang sedang membahas apakah dia seorang penyihir terkuat, tiba-tiba gelombang mengerikan datang dengan dahsyat menekan ke arah sini, bersamaan dengan teriakan marah terdengar, "Anakku, gurumu pasti akan membalaskan dendamu." Setelah berkata begitu, seorang kakek langsung terbang mengejar ke arah Chen Nan. Chen Nan sedang terbang di depan, tiba-tiba merasakan aura pembunuhan, tanpa berpikir panjang, dia menoleh dan menepakkan telapak tangannya, aura pembunuhan itu adalah guru rahasia dari orang misterius tadi, pada saat itu juga dia menepakkan telapak tangannya sebagai balasan terhadap tenaga telapak tangan Chen Nan, namun dia terhantam mundur oleh tenaga telapak tangan Chen Nan hingga sepuluh langkah. Wajahnya memucat, saat itulah dia diam-diam mencela dirinya sendiri, seorang yang bisa membunuh seorang ahli tingkat langit dalam sekejap pasti telah mencapai tingkat kebal terhadap langit! Sedangkan dirinya hanya tingkat awal kebal langit, sedangkan Chen Nan jelas sudah bisa dianggap sebagai raja. Saat itu Chen Nan berkata, "Tak kusangka pad usia muda sudah mencapai tingkat kebal langit." Wajah kakek itu berganti merah dan putih, tetapi faktanya memang begitu! Saat itu wajah Chen Nan berubah dan berkata, "Aku ingin mengambilmu sebagai murid, apakah kau bersedia?" Saat itu kakek itu berubah menjadi sosok paruh baya! Mendengar perkataan Chen Nan, dia berpikir sejenak lalu menyetujuinya! Orang-orang yang datang dengan cepat tak menyangka ini hasilnya! Chen Nan berkata pelan, "Kau masih harus menerima ujianku," lalu tampak Chen Nan menepakkan telapak tangannya kepadanya, kemudian meninggalkan jejak mental dan pergi! Saat itu semua orang melihat tenaga telapak tangan itu menghilang, mereka pun maju untuk memeriksa, dan saat melihatnya terkejut, ternyata pria paruh baya itu telah dikembalikan menjadi bayi! Saat semua orang tercengang, bayi itu perlahan terbang menjauh, semua orang ingin mengikutinya, namun ketika mereka bergerak ke arah bayi itu, sebuah tekanan aneh muncul dari tanah menembak ke atas! Semua orang merasa seolah berada di dalam lautan! Sesaat kemudian, tanah di bawah mereka hancur berkeping-keping, muncul makhluk dengan dua belas tentakel dari bawah tanah dan segera mengejar ke arah Chen Nan! Kurang dari setengah jam, di atas hutan beberapa puluh li jauhnya terdengar suara ledakan besar! Bersamaan itu, aura ketakutan yang menghancurkan bumi dan tekanan menyebar dengan cepat! Orang-orang di kejauhan hampir tak bisa berdiri, namun tak lama kemudian mereka melihat makhluk tadi dikejar oleh Chen Nan, Chen Nan berteriak keras, "Setan Menelan Alam Semesta!" dan memukul makhluk itu, makhluk itu langsung menjerit kesakitan! Namun makhluk itu tidak hancur menjadi debu, melainkan menggunakan semacam teknik rahasia untuk melarikan diri dengan cepat!Chen Nan tidak mengejarnya, melainkan berkata kepada semua orang: Era Pertempuran Surga akhirnya telah tiba lagi... (ditulis sepenuhnya dengan tangan)
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Bisa dibilang begitu!
Pemilik thread, terima kasih atas kerja kerasnya
Sebaiknya penulis membagi paragraf, seperti dialog lebih jelas setelah dibagi, dan tambahkan tanda kutip ganda pada dialog!!
Depan makam dewa tidak terlalu bagus, jadi saya tidak menontonnya sampai selesai
Sama dengan lantai tiga
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan