Saat insomnia, seorang diri mengingat masa lalu, baru sadar aku bersedih dan bergembira karena kamu. Bagaimana cara kembali ke masa lalu? Saat merindukanmu, seorang diri berkeliling di persimpangan jalan, baru sadar setiap jalan dipenuhi kenangan tentangmu. Bagaimana cara menghentikan kenangan itu? Saat berkeliling, seorang diri dengan hati sakit memikirkannya, baru sadar tidak tahu harus menyerah atau melanjutkan. Bagaimana cara belajar menyerah? Saat larut malam, seorang diri memandang bintang dengan kesepian, baru sadar seluruh dunia adalah kamu. Bagaimana bisa melupakannya? Bagaimana cara kembali ke masa lalu? Bagaimana cara menghentikan kenangan itu? Bagaimana cara belajar menyerah? Bagaimana bisa melupakannya? Kesenangan sederhana, kebahagiaan murni, perasaan tulus, seluruh dunia adalah kamu. ——————— Suka cinta yang penuh pikiran, suka debu yang memikirkan cinta Di era makmur, siapakah yang memuji musim semi di tiga ribu sungai lemah? Mengikis pasir, satu sungai mimpi bodoh membenci amarahku, Mengundang bulan untuk minum sesuka hati, mengejar bayangan sendiri di awan kosong, Bulan dingin di candi yang sepi, sadar dari mabuk, siapa yang akan bertanya? Angin miring dan bunga gugur, bunga mekar tidak pernah layu di hati. Terjemahan: Di masa kemakmuran dan cinta yang melimpah, namun sulit menemukan cinta sejati, siapa yang akan memuji musim semi yang gersang ini? Demi dia, melakukan banyak hal bodoh, menunggu dengan setia, pada akhirnya hanyalah sungai musim semi kembali ke barat, dia masih menyalahkan sifatku yang bertolak belakang dengannya. Minum dengan bebas bersama bulan, aku yang mabuk, berkhayal seperti dewa, bayangan mengejar diriku, menginjak kehampaan, menapaki awan hijau. Bulan tetap begitu dingin, sekitar terlihat akrab namun begitu asing. Siapa yang bisa melihat anak laki-laki di sudut, aku? Bunga yang gugur menari ditiup angin, pergi dari sisiku, tetapi bunga itu di hatiku tidak pernah layu…