Hanya sebuah cerita
Di antara gelas anggur dan cangkir teh
Bingung, naik turun
Tak ada yang ingin meneguknya sekaligus
Ambang jendela tahun itu
Secara bertahap dipenuhi lumut hijau tua
Sinar matahari melintasi, embun hujan menetes
Bunga-bunga menjadi cerita yang telah berlalu
Mungkin, hanya pertemuan singkat saat menengadah
Mungkin, justru obsesi saat menunduk
Apakah kamu masih menoleh ke belakang?
Langit malam, seperti jaring surga
Dua serangga malam berbagi separuh cahaya bulan
Cahayamu tak bisa sampai
Keremanganku tak bisa lewat
Bintang jatuh itu bebas
Juga tegas
Kamu seharusnya sudah lupa, bukan?
Tahu tak?
Hari itu...
Dandelion beterbangan memenuhi langit
Aku berdiri di dalam angin
Seperti batang yang tak bisa ditiup pergi
......
Berdiam
Sebelum salju lahir
Aku mulai tenang
Seperti cabang yang kehilangan semua kegembiraan
Menyembunyikan diri di napas musim dingin
Saat salju datang
Maka tak ada lagi masa lalu dan masa kini
Aku agak mengerti
Kemana awan pergi dan akhir angin utara
Aku sedikit gelisah, namun tetap tak ingin menembus tanah
Hanya merasakan cornflower
Berkembang dengan bahagia atau tidak
Aku menjadikan mimpi masa muda sebagai masa tua
Dia tetap dia, melewati aku
Menyebarkan daun maple merah beku
Maka, aku tak bisa melihat musim, tak bisa melihat dunia
Menyelam dalam urat daun yang kabur
Seorang diri, melayari dunia hingga tua…
Berhibernasi…
Balasan (6)
Seseorang, mengarungi langit dan bumi yang tua...
Eh~ sofa dan poster utama bersedih bersama??? Oh~~ mengerti…
Dari postingan hingga balasan, suasana seni yang kental, saya yang buta huruf langsung terserang saat masuk ke postingan. Hanya bisa bilang, hebat! Memberi bunga satu bungkus!
Memanggil moderator, cepat tambahkan sorotan.
Huff… hanya merasa kalimat terakhir sangat bagus, jadi langsung menyalin dan menempelkannya untuk dijawab.
Kalau sudah diberi bintang, tidak perlu lagi..
— Semua balasan dimuat —