Persahabatan antara saudara tidak boleh dilupakan.

Poster aslinya: Pria cabul. Tampilan: 147 Balasan: 6 Diposting di: 2013-04-08 16:49:58
Apakah kamu masih ingat kita berdua merokok di toilet? Apakah kamu masih ingat pornografi yang kita tonton bersama? Dulu bertarung dengan orang dan tubuh kita penuh luka, kamu bilang nanti kalau dewasa ingin menjadi iblis. Suatu hari, karena perempuan kita tidak lagi bertemu. Aku merokok sambil memikirkan dunia yang sial ini, tidak tahu harus bagaimana menilai, cinta dan persahabatan sebenarnya harus berada di sisi mana. Suara tersumbat, aku menoleh melihat semua ini, tengah malam memeluk bantal mulai melepaskan diri. Apa yang membuatmu dan aku dari saudara menjadi musuh cinta? Apa yang membuatmu memisahkan aku dari persahabatan? Aku terus berpikir, mungkin semua kesalahan ada pada diriku. Jalan masa depan begitu panjang, masih harus terus berjalan. Saudara, kata ini seharusnya untuk seumur hidup, tapi demi seorang wanita, hati sampai hancur. Dulu demi wanita menjadi bodoh, kita dulu bersumpah persaudaraan tapi akhirnya kamu mempermainkanku. Aku tahu tali persahabatan itu belum kau lupakan, aku mengerti kamu jatuh cinta padanya karena tidak ada pilihan lain. Dulu demi wanita menjadi bodoh, kita dulu bersumpah persaudaraan, lalu kamu sekarang ada di mana? Gelas ini aku habiskan tegukan terakhir untukmu. Saat ketemu lagi, aku masih akan merokok dari rokokmu. Apakah kamu masih ingat kita berdua bermain bola di lapangan? Apakah kamu masih ingat tempat-tempat kita mendekati cewek? Saat tidak bisa tidur, kita berbincang hingga fajar. Tak ada yang menyangka hasilnya akan seperti ini. Aku tidak ingin kehilangan wanita, apalagi saudara. Kelembutannya tidak bisa hapus dari ingatanku. Tapi kita begitu bertahun-tahun, persahabatan yang tulus ini, aku mundur, dia lebih pantas untukmu. Haha, benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku berulang kali bertanya pada diri sendiri apa yang harus kulakukan. Menghadapimu dengan gelas di tangan, selain canggung tetap canggung. Kata-kata yang tak bisa diucapkan, aku peduli padamu, peduli padanya. Memberimu sebatang rokok, kembali ke masa lalu kita, kamu tetap saudara bagiku, aku tidak berubah. Aku tidak akan mempersoalkan perdebatan yang tidak berguna denganmu. Aku tidak akan berubah menjadi orang egois seperti yang lain. Dulu demi wanita menjadi bodoh, kita dulu bersumpah persaudaraan tapi akhirnya kamu mempermainkanku. Aku tahu tali persahabatan itu belum kau lupakan, aku mengerti kamu jatuh cinta padanya karena tidak ada pilihan lain. Dulu demi wanita menjadi bodoh, kita dulu bersumpah persaudaraan, lalu kamu sekarang ada di mana? Gelas ini aku habiskan tegukan terakhir untukmu. Saat ketemu lagi, aku masih akan merokok dari rokokmu. Sebenarnya sampai sekarang aku tidak pernah menyalahkanmu, aku tahu urusan ini juga tidak aku simpan di hati. Aku masih ingat kita dulu selalu bersama setiap hari, aku juga ingat kita dulu suka bercanda tanpa tujuan. Sial, cukup, urusan ini hari ini selesai.Meskipun sudah berlalu, ya, setelah ini kita berdua, sialan, siapa pun, tidak boleh membahasnya lagi. Wanita hanyalah pakaian, saudara sejati adalah saudara. Kalau tidak ada gunanya, jangan bicara, kita harus terus berjalan. Dulu pernah menjadi bodoh karena wanita. Kita dulu bersumpah persaudaraan tapi akhirnya aku dipermainkan olehmu. Aku tahu kamu tidak melupakan persahabatan itu. Aku mengerti kamu jatuh cinta padanya karena takdirmu. Dulu pernah menjadi bodoh karena wanita. Kita dulu bersumpah persaudaraan, sekarang kamu ada di mana? Aku akan meneguk teguk terakhir untukmu dari gelas ini. Saat bertemu lagi, aku tetap akan merokok rokok di tanganmu.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Tidak mengerti...
Tua dan lembap~~
???
Mengangkat segelas untuk tuan rumah
Saudara seperti anggota tubuh, wanita seperti pakaian, kamu menyentuh anggota tubuhku, aku akan menanggalkan pakaianmu!!!
Mungkin suatu hari nanti...
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan