Kata Pengantar
Hidup sebenarnya selalu berada di tangan kita sendiri, di dalam hati kita sendiri, di dalam hidup kita sendiri. Hidup, bagaikan seikat bunga segar, hanya dengan menikmatinya perlahan, kita bisa melihat keindahan bunga itu, keindahan mudah hilang, tetapi aroma harum tetap abadi; bagaikan secangkir teh murni, hanya dengan menyesapnya perlahan, kita bisa mengapresiasi citarasa yang sebenarnya, teh mudah menjadi dingin, tetapi ketenangan tetap ada; bagaikan sebuah lagu rakyat, hanya dengan mendengarkannya perlahan, kita bisa memahami makna sejati lagu itu, lagu rakyat mudah pendek, tetapi perasaan tetap selamanya. Hidup hanyalah sebentar angin, sebentar hujan, sebuah pengalaman.\ Perasaan yang paling tulus di dunia adalah panggilan dan kesepakatan terdalam antara jiwa. Aku selalu berpikir seperti ini, sejauh mimpi, sejauh hati; selalu ingin ketika lelah, membiarkan suasana hati diwarnai dengan lembut oleh sinar matahari, tidak ada yang ingin bersedih atau khawatir setiap hari. Aku hanya ingin membebaskan perasaan sendiri, merasakan keindahan hidup, menggunakan waktu terbaik dalam hidup untuk memahami kehidupan, untuk memahami perasaan, menikmatinya perlahan, menyimpannya dengan hati-hati.\— — — — — —
[1]\Waktu dapat menahan banyak penantian, banyak orang pergi sebelum sempat mengucapkan selamat tinggal, banyak hal menjadi masa lalu sebelum sempat dilakukan. Dalam hidup, siapa yang tidak pernah terluka, sakit, kecewa, menyesal. Tidak semua pertemuan singkat menghasilkan kenalan, tidak semua orang yang datang dan pergi meninggalkan kesan mendalam.
[2]\Pertemuan adalah perasaan yang indah. Itu seperti secercah sinar matahari, bisa ditemui tapi tidak bisa dipaksakan, selalu tanpa sengaja membuat hati berdebar; itu seperti hujan musim gugur, tidak perlu menghindar atau mengeluh, tanpa sadar membuat air mata jatuh; itu seperti lagu lama, tidak perlu disembunyikan dengan sengaja, selalu bisa menyentuh lautan hati, menguraikan masa lalu.
[3]\Tulus kepada seseorang tidak selalu mendapatkan balasan, sementara orang yang kamu abaikan mungkin yang paling tulus padamu. Banyak hal bisa ditemui tetapi tidak bisa dipaksakan; banyak hal dalam hidup hanya bisa dimiliki sekali. Dalam waktu, yang tidak bisa dilupakan harus diingat; dalam hidup, yang tidak bisa dipertahankan harus dilepaskan, hidup sebenarnya adalah sebuah latihan, bahagia saja sudah merupakan kebahagiaan, yang sesuai untuk diri sendiri adalah yang terbaik.
[4]\Dalam percintaan, selalu ada perpisahan dan pertemuan; dalam kehidupan, selalu ada datang dan pergi. Seringkali, badai bukanlah fenomena alam tetapi latihan; kerentaan bukan karena keterpaksaan tetapi sikap hati. Lepaskan dengan sikap bebas, pandang dengan senyum tenang, menyukai sedikit, mencintai dengan tenang, merenung dalam, melepaskan dengan ringan.
[5]\Sedikit lebih tenang, mulai saat ini, kamu akan menambah satu bagian kelapangan dan ketenangan;Sedikit lebih tenanglah, ketika kamu kecewa, setidaknya bisa melihat lebih banyak hal dengan lapang; sedikit lebih tenanglah, ketika kamu putus asa, kamu pun tidak akan memilih untuk menghancurkan diri sendiri; sedikit lebih tenanglah, meskipun lelah dan terserang debu, hati tetap hangat.
[6]\ Menghadapi segala sesuatu dengan sikap tenang dan optimis, mendengar dengan tenang bunga mekar dan layu, menatap dengan santai awan bergulung dan melayang, hidup sebenarnya tidak memiliki banyak bab yang mewah, yang ada hanyalah hal-hal biasa. Masa muda yang rimbun, berusaha, mengejar, berjuang, maka tidak akan menyesal. Dalam perjalanan hidup yang panjang, menangis pun merupakan bagian, tertawa pun merupakan bagian, mengapa tidak memeluk ketenangan, menambatkan ketenangan jiwa?\[7]\ Karena banyak hal yang tidak sempurna, maka kita mengejar kesempurnaan; karena banyak saat yang tidak bahagia, maka kita mendambakan kebahagiaan. Hidup, pada dasarnya adalah simfoni antara kesempurnaan dan kekurangan; hidup manusia, pada dasarnya adalah harmoni antara kesedihan dan kebahagiaan, yang kalah jangan sampai kalah senyum; yang ditinggalkan, jangan sampai meninggalkan kebahagiaan.
[8]\ Berdiri di seberang waktu, melihat kembali masa lalu di sisi sini, di lautan manusia yang luas, setiap pertemuan adalah keindahan; setiap perpisahan adalah pengasingan. Memikirkan ini, di dunia fana ini, perasaan yang paling indah adalah pada saat saling menatap, muncul kegembiraan yang mendebarkan, kemudian, mengagumi, berharap bertemu lebih awal...
[9]\ Sebenarnya, bukan tidak ada luka, bukan tidak ada rasa sakit, mungkin karena terlalu banyak pengalaman, hati pun perlahan belajar menjadi kuat. Serahkan semua yang tidak bisa dilupakan pada waktu untuk melupakan, serahkan semua yang tidak bisa dilepas pada angin untuk menenangkan, bawa sedikit keceriaan untuk menutupi kesedihan, tersenyum pada waktu yang berlalu, hanya ingin kebahagiaan lebih banyak, hanya ingin keindahan lebih penuh.
[10]\ Tidak semua pertemuan bisa menjadi legenda, tidak semua kejujuran bisa mengembalikan keserasian yang setara. Menanam sekuntum bunga hati di angin, hanya karena, kamu adalah pertemuan paling indah dalam hidupku. Menjaga dengan ringan, mengenal dengan tipis, melupakan dengan santai, hanya bertanya tentang senyum tipis yang tenang, tidak bertanya seberapa banyak bunga mekar.
[11]\ Jika umur adalah sebuah lagu, maka kita adalah penyanyi, suara naik turun, mengetuk irama dan melangkah, bisikan dan nyanyian lembut pun tanpa sadar membuat waktu lebih tenang, membuat tahun-tahun indah; jika umur adalah sebuah gunung, maka kita adalah pendaki, berdiri di puncak umur menggembalakan jiwa, yang menua adalah lingkaran waktu, yang dalam adalah pikiran.
[12]\ Hidup manusia memiliki terlalu banyak pertemuan, bersinggungan adalah sebuah pertemuan, yang mengesankan adalah sebuah pertemuan. Sering kali, yang terlihat, menjadi tidak terlihat; yang diingat, terlupakan.Baik bertemu dengan orang yang salah pada waktu yang tepat, atau bertemu dengan orang yang tepat pada waktu yang salah, bagi jiwa, itu semua adalah sebuah pengalaman.
[13]\Dunia ini bukan semua hal sesuai dengan bayangan, kadang-kadang, gunung adalah cerita air, awan adalah cerita angin; juga kadang-kadang, bintang bukan cerita malam, cinta bukan cerita kasih sayang, banyak orang pergi dan perlahan terpisah, banyak hal dilihat perlahan memudar, banyak mimpi dijalani perlahan terputus, banyak air mata ditangisi perlahan mengering. Hidup, pada dasarnya, adalah perubahan besar di tengah debu dan angin, hanya saja, ketika melihat kembali, kerasnya dunia terwujud menjadi pahit, pedas, asam, dan manis.
[14]\Orang yang memiliki hati, tetap memikirkan orang lain meski jauh; orang yang tidak peduli, meski dekat tetap terasa jauh. Jika cintamu tetap di masa lalu, itu hanya milik waktu itu; jika cintamu tetap berada dalam hidupmu, itu akan menjadi abadi, bahkan melampaui selamanya!
[15]\Jika di dunia ini ada dua orang yang ditakdirkan saling mencintai, maka sebelum mereka bertemu, setiap langkahnya akan menuju satu sama lain, tanpa menyimpang, tak peduli seberapa mustahilnya. Aku percaya akan hal ini. Percaya pada pertemuan dan perpisahan yang telah ditakdirkan.\[16]\Lupakan yang harus dilupakan, ingat yang harus diingat, pandai melupakan, pandai menyimpan. Di dunia ini, tidak ada yang bisa menggantikan yang lain, tidak ada cerita yang benar-benar bisa mengulang cerita kemarin, setiap adegan hangat atau sepi adalah unik. Jangan menambah beban pada jiwa, toleransi dan kebaikan adalah resep kebahagiaan.
[17]\Sering tanpa sadar berpikir, orang yang ditemui di kehidupan ini, hal-hal yang dialami, apakah semuanya sudah ditakdirkan? Hidup memang seharusnya banyak cobaan, hanya saja, tidak ada luka yang pantas untuk kita tanggung seumur hidup. Setelah menangis, kita lebih mengerti kemegahan senyuman; setelah kehilangan, kita lebih memahami arti menghargai...
[18]\Bukan tidak ada luka, bukan tidak ada rasa sakit, mungkin karena terlalu banyak mengalami, hati pelan-pelan belajar menjadi kuat. Serahkan semua yang tak bisa dilupakan pada waktu untuk memudar, serahkan semua yang tak bisa dilepas pada angin untuk menenangkan, hanya ingin kebahagiaan lebih banyak, hanya ingin kebaikan lebih intens.
[19]\Menyisakan sudut untuk jiwa sendiri, bukan berarti menutup diri, apalagi tenggelam, kadang-kadang, hal yang terkunci di hati, akan menjadi kekuatan besar yang diam-diam membuat hidup meledak. Bersyukur memiliki sudut seperti ini di hati, membuat kita belajar melihat ke belakang dan menatap ke depan; bersyukur memiliki sudut seperti ini di hati, membuat kita bisa menyimpan dan menelaah lebih banyak dalam hidup;Bersyukurlah memiliki sudut seperti itu di hatimu, yang membantu kita lebih memahami kebahagiaan dan sukacita di sekitar kita! Perlakukan dirimu dengan baik, jangan terpengaruh oleh orang lain, dan jangan ingin mempengaruhi orang lain—jadilah percaya diri dan anggun. Jika kamu hanya setitik debu, gunakan tarianmu untuk menafsirkan makna hidup; Jika itu hanya setetes hujan, tuangkan makanan lembutmu untuk memelihara bumi. Hidup penuh dengan kesulitan; bertepuk tangan, jangan biarkan kesedihan melembutkan jiwamu. Lihatlah kebahagiaan dengan ringan, dan biarkan dirimu memahami dengan mendalam: selama bertahun-tahun, selalu ada beberapa cerita yang berasal dari masa lalu, dan beberapa pikiran melayang terbawa angin. Banyak orang dan banyak hal, yang pernah dilalui dan ditinggalkan, membiarkannya menjadi pemandangan. Dalam hitam putih kehidupan yang saling terkait, lukis satu goresan wawasan, tulislah goresan perhatian, atau diamlah atau tenang. Belajarlah berjalan ringan, belajarlah melepaskan beban.
\[22]
Tatap ringan kebahagiaan, percayakan segala sesuatu yang tak bisa dilupakan kepada waktu untuk memudar, biarkan semua yang tak bisa dipulihkan pada angin untuk menenangkan. Karena dengan pengetahuan mendalam: di dunia ini, yang tercepat bergerak selalu pemandangan terindah; rasa sakit terdalam selalu hati yang tertahan oleh kesulitan. Tidak semua orang suka senyum penuh air mata, tapi senyuman selalu bisa memenuhi hati dengan sinar matahari.
\[23]
Setiap hari kamu melewati banyak orang, mengangguk dan tersenyum, mengambil langkah yang salah; kelewatan seperti itu ditakdirkan untuk memiliki sedikit hubungan di hati. Hingga suatu hari, aku bertemu dirimu yang lama hilang. Mungkin aku adalah papan catur yang tak bisa kau pecahkan di kehidupan sebelumnya, kau adalah misteri yang tak pernah bisa kupecahkan di kehidupan ini, ditakdirkan untuk bertemu lagi di kehidupan ini. Perasaan intim dan akrab itu membangkitkan kehidupan masa lalu dan sekarangku. Menghitung tahun, melihat cinta, aku tak tahu warna apa yang harus digunakan untuk melukis di dunia emosi, atau kata-kata apa yang harus kugunakan untuk mengekspresikan jejak cinta yang dulu terasa saat aku berjalan. Apakah ingatan seperti daun tertiup angin, hanya untuk membiarkan musim berubah dan perlahan menghapus warna-warna paling cemerlang dari masa lalu? Jika hidup hanyalah sebuah perjalanan, maka kenangan menjadi kembang api di seberang pantai yang hanya bisa kulihat ke atas—begitu dekat, namun tak bisa mendekati. Atau lebih tepatnya, kita semua adalah pelancong kesepian sepanjang tahun, dan kenangan seperti kota kuno, terkunci oleh belenggu tua yang berat, menahan masa lalu begitu banyak orang. Kita melewati banyak tempat, namun tidak bisa mengambil satu pun tempat indah. Pemandangan hanya milik sepanjang jalan; kenangan hanya milik masa lalu.[26] Waktu seperti sungai panjang yang mengalir tanpa henti, menghancurkan begitu banyak kenangan orang, menenggelamkan begitu banyak jejak yang pernah dilalui orang. Tidak peduli di musim apa, selalu bisa melihat waktu berlalu tanpa ampun, angin bertiup di sepanjang jalan yang sepi, meninggalkan daun-daun kering berserakan dan cerita kemarin.
[27] Ada jenis teman yang selalu tak terlihat dan tak bisa disentuh, tapi selalu ada di sisi kita. Lembut, seperti secangkir teh hijau, wanginya menyejukkan jiwa; dari jauh, seperti bulan yang terang, cahayanya selalu berkilau di sana; tenang, seperti tiang lampu jalan, selalu menerangi jalan yang tersesat di tengah malam. Dibuang ke dalam waktu untuk dicuci, ia akan menjadi semakin jelas; kapan saja dan di mana saja, selalu ada di hati masing-masing; hanya dengan mengerti toleransi dan menghargai, ia bisa bertahan lama!
[28] Hidup setiap orang menampilkan satu adegan demi adegan, entah nyata atau palsu, panjang atau pendek, sedih atau bahagia, kamu memainkan peran aku dalam drama ini, aku memainkan peran kamu dalam drama itu, tersenyum sendiri, menangis sendiri, berakhirnya satu adegan berarti dimulainya adegan lain, jadi kita tidak perlu terlalu tenggelam di hari kemarin, kamu ingat juga boleh, kamu lupa juga tidak apa-apa, hidup pada dasarnya adalah siklus, datang dan pergi, kapan pernah berhenti sedikit pun?
[29] Cinta sejatinya adalah perjalanan spiritual dalam dunia fana, panjang dan sulit, membuat orang mengasah pikiran dan hati, namun juga membuat orang lelah tak terperi, dalam kesulitan berkali-kali merasa putus asa, kemudian dalam putus asa menemukan harapan, lalu terlahir kembali dalam harapan, namun, berapa banyak orang yang bisa mencapai hasil yang benar, melepaskan belenggu dunia? Kita selalu berkeliling dalam kerumitan cinta dan benci, tak bisa dipotong, sulit diurai, pada akhirnya, akhirnya jatuh di dunia fana.
[30] Selalu percaya ada pertemuan yang bisa berada di dalam jiwa, ada cinta yang bisa menembus hingga tulang. Cinta adalah kerinduan mendalam padamu ketika bangun dari mimpi, cinta adalah perhatian padamu di saat yang tak disengaja, cinta adalah harapan untuk bersamamu setiap pagi dan malam. Cinta adalah mimpi ingin selalu bersamamu di ujung dunia manapun. Cinta adalah ketulusan seumur hidup tanpa meninggalkan dan meninggalkan, cinta adalah merasakan sakitmu dan bahagiamu, cinta adalah senyum saat merindukanmu dan air mata yang menempel di wajah.
[31] Kelopak kenangan melintas di danau hati, menimbulkan riak-riak. Kenangan itu perlahan hilang, sinar matahari itu meluncur dari ujung jari. Dalam kehidupan, dalam kenangan, beberapa orang dan beberapa peristiwa semakin samar. Di balik gemerlap selalu tersembunyi begitu banyak ketidakberdayaan.Sosok yang memudar, siluet pucat, memudar seiring tahun-tahun pertumbuhan kita, menemani kita sepanjang tahun. Setiap orang memiliki seseorang yang tak bisa mereka lupakan—cinta, benci, mungkin orang yang telah mengukirnya begitu lama hanyalah orang yang lewat dalam hidup kita. Ketika kita menghadapi kenangan yang tak bisa kita lepaskan, kita selalu menemukan alasan yang tampak logis untuk diri kita sendiri, sehingga patah hati dan kesedihan kita akan berkurang, dan masa lalu bisa tetap tenang dalam pikiran kita, menjadi momen abadi dalam hidup. Kita tidak meninggalkan apa pun di waktu dan ruang; kita hanya tahu bahwa kita pernah ada. Jangan terjebak pada apa yang pernah kamu lakukan sebelumnya, jangan sering bertemu bekas luka yang kamu anggap rapuh. Beberapa orang bilang setiap orang punya penyesalan, tapi mereka kurang kesempatan untuk menyesuaikan diri dan waktu untuk memperbaikinya. Waktu berlalu dalam sekejap, dan dalam sekejap, ia menjadi keabadian.
[33]
Aku memperlakukan keterikatan sebagai sebuah proses; Aku perlahan mengembalikan hakikat aslinya, seperti hujan tak terjelaskan yang merusak suasana hatiku. Aku ingin menjadi elang, menantang guntur dan badai dalam hidup, dan memperkuat proses itu menjadi antisipasi atau kerinduan, memberinya kehangatan terbesar, seperti sinar matahari menghangatkan balok es, lalu menyatu menjadi sungai, menciptakan riak indah, dan pada saat itu, jiwaku jernih dan damai.
[34]
\Kamu yang telah menenun satu kisah indah demi cerita lain untuk hidupku. Aku harap kamu bisa menulis kata pengantar lagi untukku, ditempatkan dalam mimpi terhangatku, karena aku takut kehilangan diriku di setiap musim bersamamu di sisiku. Jika kamu bersedia, tolong genggam tanganku keesokan harinya saat pohon maple merah jatuh, dan ceritakan akhir dari cerita ini.
[35]
\ Aku ingin merasakan rasa ketenangan dalam kegelapan, aku ingin merindukan makna cahaya dalam kegelapan, aku ingin menemukan rasa tenang dalam kegelapan. Bahkan langit bintang yang paling suram dan redup pun akan memiliki cahaya samar. Aku bisa mendengar detak jantungku yang stabil, dengan tenang mendengarkan suara dari jiwaku, seolah jiwaku dan realitasku saling bertemu. Saat aku memahami kesepian, aku juga memahami makna sejati dari ketenangan.
\[36]
Jarak antar manusia di dunia ini tidak dipisahkan oleh sungai dan gunung, maupun oleh ujung bumi. Itu adalah pertemuan hati dan pemahaman spiritual. Jadi, seberapa pun jauhnya jarak, apa yang bisa menghentikan kerinduan dan kerinduan kita? Saling menatap dalam diam, diam-diam tetap bersama. Saat ini, mari kita lupakan kekacauan dunia fana. Biarkan hati kita saling bersandar. Momen ini hanya milik kamu dan aku.[37] Memotong sepotong waktu yang mengalir, menggenggam kehangatan yang selalu menyertai sepanjang jalan. Menyusun hari-hari paling biasa menjadi pemandangan yang puitis. Siapa yang dalam hidupnya tidak pernah terluka, merasa sakit, bersikeras, dan penuh keharuan? Waktu memahami karena pengalaman, kehidupan menjadi luar biasa karena pernah mengerti. Baru setelah melewati, kita mengerti bahwa masa lalu untuk dikenang, kebahagiaan untuk dirasakan, sakit untuk tumbuh. Biarkan hati tetap lembut seperti semula meski kemewahan telah berlalu. [38] Ada satu jenis pengertian yang disebut menghargai, ada satu jenis romantisme yang disebut kesederhanaan, ada satu jenis kebahagiaan yang disebut sederhana. Dalam hidup, lebih banyak berpikir, lebih sedikit kebingungan. Lebih banyak ketenangan, lebih sedikit kekhawatiran. Lebih banyak toleransi, lebih sedikit sempit pikiran. Lebih banyak ketenangan, lebih sedikit penyesalan. Jika hati menjadi sederhana, hari-hari akan bahagia, kebahagiaan akan bertumbuh. Ketika kemewahan berlalu, akhirnya tetap sederhana. Ternyata kehidupan paling bahagia adalah hidup dengan luar biasa dalam kesederhanaan. [39] Keindahan hidup yang paling indah adalah ketenangan. Memiliki satu kesederhanaan sama saja memiliki satu keindahan, menjaga satu kesederhanaan sama saja memiliki satu kebahagiaan. Ketenangan adalah suatu kondisi hati, sebuah penerimaan. Memiliki hati yang tenang, mampu menerima penyesalan dalam hidup, belajar menghargai perasaan yang menyentuh dalam hidup, membiarkan hati dipenuhi ketenangan dan sinar matahari, tersenyum pada masa lalu yang lalu. Dalam aliran waktu yang sederhana, rasakan dengan hati kebahagiaan dalam hidup sederhana, biarkan hati tidak menyesal karena ada cinta. [40] Lambat laun baru mengerti, berapa banyak waktu yang bisa ditahan, banyak orang pergi sebelum sempat mengucapkan selamat tinggal, banyak hal sudah menjadi masa lalu sebelum sempat dilakukan. Dalam hidup, siapa yang tidak pernah terluka, sakit, kecewa, atau menyesal. Tidak semua pertemuan singkat akan menjadi kenalan, tidak semua orang yang lalu lalang akan meninggalkan kesan mendalam. Tapi ternyata, perpisahan setelah segalanya hanyalah akhir yang paling biasa di dunia ini. [41] Sepanjang hidup, akan selalu ada satu pertemuan yang membuat hati berdebar. Selalu akan ada seseorang yang mengajarkanmu bagaimana mencintai, tetapi menjadi tamu dalam hidupmu. Selalu akan ada seseorang yang membuatmu sakit terdalam dan tersenyum paling indah. Selalu akan ada seseorang yang membuatmu sesaat menoleh ke belakang dan merasakan haru di tempat lampu yang redup. Selalu akan ada seseorang yang membuatmu ingin memiliki satu hati sehidup semati, tidak terpisahkan hingga tua. Menggenggam tanganmu, berjalan bersama hingga tua, memberimu kebahagiaan seumur hidup. [42] Cinta itu seperti pasir di tangan, semakin erat kau genggam, semakin banyak yang hilang. Buddha berkata, manusia tidak boleh terlalu ekstrem, sesuatu tidak boleh terlalu ekstrem, apapun yang terlalu ekstrem, jodoh pasti cepat berakhir.Hal paling membahagiakan dalam hidup adalah ketika berbalik dan menyadari orang yang kamu cintai juga mencintaimu, menyukai seseorang dengan lembut itu sudah cukup, lalu perlahan menaruhnya di dalam hati, mencintai seseorang dengan ringan itu sudah cukup, lalu sepanjang hidup sampai tua.
[43]\Ketika aku merindukanmu, di tengah malam mimpi memutar kisah masa lalu, bolak-balik di antara awal dan akhir kerinduan, di sungai tempat bunga di seberang bermekaran, mengalun dengan gemericik. Mungkin kesepian seabadku hanya untuk menunggu dirimu seorang, lagu cinta ribuan tahunku juga hanya untukmu seorang yang kuciptakan. Menyuntikkan kerinduan paling mendalam ke dalam sungai yang mengalir ke hatimu, suara gelombang mengalir, kerinduan yang tak ada habisnya, hubungan yang tiada henti, setiap kali bunga di seberang bermekaran, diam menyambut satu putaran kehidupan lagi.
[44]\Mengerti kesedihan, maka emosi menjadi kaya; mengerti kegetiran, maka perasaan menjadi hangat, suasana hati menjadi tulus dan baik. Kesedihan adalah daun hijau dalam hidup, sering kali secara tak sengaja menghiasi keindahan hidup. Setelah mencintai dengan sungguh-sungguh, sisa kesedihan masih suka menulis beberapa kata sedih atau cinta, agar jiwaku selalu memiliki kontak yang intim, agar hari-hari indah karena kekayaan spiritual, agar pikiran penuh karena aliran kata-kata.
[45]\Masa lalu seperti bunga di cermin dan bulan di air, pernah membingungkan mataku, tak dapat melihat arah jalan di depan, tersandung sana-sini hanya dipandu olehmu seorang tanpa rasa menyesal. Ya, aku tidak menyesali pengorbananku, aku tidak menyalahkan masa laluku, kamu adalah pemandangan berbeda sepanjang perjalanan hidupku, tak ada yang bisa menggantikanmu, aku tak bisa menyangkal, kamu pernah berada di kedalaman hatiku, tak bisa dihapus, tapi sekarang aku hanya bisa menunjukkan senyum padamu.\[46]\Yang paling indah dalam hidup adalah ketenangan. Musik yang lembut, pikiran yang lembut, suasana hati yang lembut, waktu mengalir dengan tenang; datang dengan lembut, pergi dengan lembut, tinggal dengan lembut, hidup berjalan dengan diam; kamu yang lembut, aku yang lembut, dia yang lembut, dunia berjalan dengan lembut. Kenangan masa lalu, dalam kekaguman menjadi lega; kebingungan di balik mata yang meneteskan air mata, terhanyut dalam musik; ukiran di dasar hati, abadi sepanjang waktu.
[47]\Waktu adalah tulisan pensil, sebersih apa pun dihapus, akan meninggalkan bekas. Sebuah lagu sedih, sapaan ringan, sebuah baris tulisan ringan, seketika membuat hati bergelora, tanpa kata meneteskan air mata. Telah dilewati, sakit telah dirasakan, tertawa telah dilalui, siapa yang benar-benar bisa melupakan; telah memudar, telah terpisah, sudah diterima, siapa yang bisa memiliki sepenuhnya;Dalam ingatan kita, di jalan hidup, siapa yang pernah diam-diam memeriksanya? Faktanya, hanya kita yang benar-benar memahami diri kita sendiri, dan hanya kita yang mendengarkan hati kita.
[48]
Orang-orang menghadapi banyak ketidakberdayaan dan dendam dalam hidup ini, tapi mengapa kita tidak menyelesaikan masalah, kesedihan, dan dendam dunia? Kita harus memandang masalah ini dengan empati, dan mendekatinya dengan pola pikir tenang. Hidup tidak pernah berjalan mulus; segala jenis kegagalan dan ketidakberdayaan menuntut kita menghadapinya dengan berani. Kebahagiaan adalah bunga; ia membutuhkan tanah yang merawat jiwa; Kebahagiaan adalah sungai yang mengalir tenang di hati mereka yang mencintai hidup. Hidup yang bahagia bukan berarti aku mencintaimu lalu mulai mencintai; Juga bukan berarti kita tidak benar lalu berpisah. Kebahagiaan adalah dua orang yang menunggu dengan tenang, mengumpulkan semua cinta mereka di hati, menikmatinya perlahan hari demi hari. Kebahagiaan bukan tentang membuang waktu; saat kamu masih muda, kamu secantik bunga dan memiliki banyak pengagum. Pada saat itu, kamu akan menikmati kebahagiaan sepanjang hari; Romansa, bunga, salju, dan bulan—tawa tahun ini dan tahun depan; Tanpa sadar, waktu berlalu dengan cepat, dan waktu memotong keindahan hidup; Waktu mengalir seperti pasang surut, membasuh kesombongan tanpa akhir; hal-hal luar lenyap dalam sekejap. Jika masa muda dan kecantikan diperlakukan sebagai modal yang harus disia-siakan, itulah tindakan paling bodoh dan tidak berharga.
— Kata Penutup\ Selalu ada tempat yang mengingat seseorang, selalu seseorang yang menyanyikan lagu, selalu lagu yang mengingatkanmu pada beberapa peristiwa masa lalu. Waktu hanya bisa menghapus kenangan dangkalmu, tapi tidak akan mengurangi perasaan tak terlupakanmu. Hidup hanya bisa mengurangi liku-liku angin dan hujan, tapi tidak akan pernah kendur dalam mengejar keyakinanmu. Jadilah orang yang penuh pertimbangan, seseorang yang mengejar mimpi, seseorang yang terbuka dan tanpa penyesalan. Semua kata ini bukan kutipan terkenal, bukan maksima; mereka hanyalah refleksiku tentang hidup, kata-kataku tentang emosi. Aku tidak pernah menuntut kesempurnaan di dunia ini, karena aku tidak sempurna. Waktu itu indah, tapi ia tidak bisa menghentikan pergiannya. Berapa banyak kata "dangkal" dan "samar" yang telah aku gunakan? Sebenarnya, aku hanya ingin bertahan hidup dalam kesederhanaan dan hidup dalam kesederhanaan. Aku hanya ingin memiliki langit yang murni, mekar dengan senyum lembut.
〈AKHIR〉
Bisikan Angin
Balasan (8)
Mm, benar.
Bagus...
Postingan ini... saya melihat beberapa kata saja sudah malas membaca. Qian, kamu benar-benar telaten...
+1。。。
Ada yang bilang, harus meresapi kehidupan. Maksudnya... penuh dengan kata-kata tipis & ringan, haha……
Wah… sudah menulis sebanyak ini.
Dengan tegas menarik ke bawah untuk melihat komentar... menemukan tidak ada apa-apa, terasa seperti sehari-hari. Jadi meninggalkan satu kalimat: \私は醤油になってきた\(pengucapan)Watashi wa shōyu ni natte kita\ Lalu, pergi dengan canggung.
Saya datang hanya untuk membeli kecap...
— Semua balasan dimuat —