[Cerita Emosional] Hanya Aku Mencintaimu (Bagian 2) Menutupi Wajah - Lei Ge Selamanya
Pada Natal tahun itu, kamu mengajakku;\ Kamu berkata....bagaimanapun juga kita berdua tidak ada yang menemani;\ Mending, kita rayakan sendiri....aku pun mengiyakan....\ Tak kusangka, pacarku ternyata datang mencariku;\ Aku begitu egois sampai membuatmu menunggu dari jam enam sampai jam sebelas malam Natal;\ Ketika aku buru-buru kembali dan terus-menerus meminta maaf karena membuatmu menunggu begitu lama,\ Kamu hanya tersenyum tipis dan berkata:\ [Tidak lama, baru saja sampai....]\ Kamu menatap pacarku di belakangku, memberiku hadiah Natal,\ lalu melambaikan tangan dan pergi....\ Sejak saat itu, aku tak pernah sengaja bertemu denganmu lagi;\ Tak pernah lagi menerima telepon darimu,\ Juga tak pernah lagi melihat senyummu yang sedikit muram....\ Hanya pada tanggal 26 Desember aku menerima surat,\ Dalam surat tertulis:\ [Dalam hidup ini....kau mungkin akan bertemu banyak orang yang menyukaimu;\ Tetapi....kau mungkin tidak akan pernah menemukan seseorang, yang benar-benar kau cintai....\ Jadi....jika menemukannya....harus benar-benar dihargai;\ Dan aku....pernah mencoba untuk menghargainya....sekarang....akhirnya aku menyerah ]\ Kemudian aku menerima teleponmu lagi, sudah saat aku di tahun kedua kuliah;\ Aku kuliah di Zhengda, sedangkan kamu di Chengda;\ Kamu memberitahuku, kita berdua ditakdirkan menjadi teman seumur hidup;\ Jadi kita mulai berkomunikasi lagi....\ Tetapi kamu tidak tahu, kali ini....malah aku yang jatuh hati....\ Lebih lagi kamu tidak tahu, aku saat itu....sebenarnya tidak kembali bersama pacarku;\ Tapi aku tahu, kamu sudah punya pacar yang mencintaimu....\ Kemudian, setelah lulus kuliah....kamu memilih melanjutkan ke program pascasarjana;\ Sedangkan aku bekerja sambil mempersiapkan studi di luar negeri....\ Hingga detik sebelum aku pergi, aku baru memberitahumu,\ orang yang mencintaimu masihlah aku....\ Tetapi, kamu tidak menahanku....\ Kamu hanya tersenyum dan berkata kepadaku:\ [Orang yang kau cintai bukanlah aku, bagiku....kau hanyalah seorang perantau dalam hidupmu;\ Kalau tidak, seharusnya saat itu kau memilih aku....]\ Tapi bagaimana kamu tahu....\ Ketika aku mengetahui siapa yang sebenarnya aku cintai\ Aku malah melewatkannya karena seseorang yang menyukaiku....\ Kemudian, aku akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pacarku yang aku kenal di Amerika;\Pada hari pernikahan, kamu yang belum pernah keluar negeri sama sekali,\ ternyata sengaja terbang untuk menghadiri pernikahanku....\ Dan kamu masih hanya tersenyum tipis kepadaku sambil berkata:\ (Tidak apa-apa.... Hanya saja kebetulan ingin ke Amerika....)\ Sebelum pernikahan, hatiku sangat kacau, aku hanya ingin mencari kamu;\ Ternyata, aku tidak bisa menemukannya di mana-mana....\ Akhirnya, akhirnya aku melihatmu di bawah pohon rindang,\ Aku melihat seorang laki-laki dewasa, ternyata bersembunyi di sana sambil menangis sendirian....\ Aku perlahan mendekatimu, bertanya apa yang terjadi;\ Kamu tidak menjawabku, hanya terus menangis;\ Sampai aku perlahan menghapus air matamu dengan ciuman,\ Baru kamu perlahan memberitahuku:\ (Tidak apa-apa.... Hanya saja aku mencintaimu..........)
Balasan (0)
— Semua balasan dimuat —