Kalimat pertama: Menjelaskan selalu berlebihan, orang yang mengerti kamu tidak membutuhkannya, orang yang tidak mengerti kamu tidak ada gunanya.

Kalimat kedua: Biasanya orang yang bersedia tetap tinggal dan berdebat denganmu, itulah orang yang benar-benar mencintaimu.

Kalimat ketiga: Memberikan hati yang tulus, barulah akan mendapatkan hati yang tulus, tetapi juga bisa terluka dengan sangat mendalam. Menjaga jarak, baru bisa melindungi diri sendiri, tetapi juga pasti akan selalu kesepian.

Kalimat keempat: Terkadang, bukan karena orang lain tidak peduli padamu, tetapi karena kamu menilai orang itu terlalu penting, atau menganggap dirimu penting bagi mereka.

Kalimat kelima: Teman adalah orang yang melihat dirimu secara menyeluruh, namun masih menyukaimu. Teman sejati mengenalmu lebih banyak sedikit daripada kamu sendiri.

Kalimat keenam: Bahkan ketika percaya (believe), di antaranya tetap ada kebohongan (lie).

Kalimat ketujuh: Teman baik sejati, bukanlah orang yang selalu memiliki banyak hal untuk dibicarakan ketika bersama, tetapi orang yang ketika bersama tidak ada yang dibicarakan pun tidak merasa canggung.

Kalimat kedelapan: Tidak ada pasangan yang sempurna seratus persen, hanya dua orang dengan lima puluh persen masing-masing, yang bergabung menjadi seratus persen sebagai pasangan.

Kalimat kesembilan: Orang yang merasa senang karena kesedihanmu, disebut musuh. Orang yang merasa senang karena kebahagiaanmu, disebut teman. Orang yang merasa sedih karena kesedihanmu, itulah orang-orang yang seharusnya berada di hatimu.

Kalimat kesepuluh: Acuh tak acuh, terkadang bukan karena tidak berperasaan, hanya sebagai alat untuk menghindari terluka.

Kalimat kesebelas: Jangan membuang waktumu untuk orang-orang yang tidak ingin menghabiskan waktu pada dirimu.

Kalimat kedua belas: Bagi dunia, kamu hanyalah seorang diri. Tetapi bagi orang yang mencintaimu, kamu adalah segalanya baginya, seluruh dunia.