Mimpi Lama Kota Tua

Poster aslinya: Langit Tampilan: 176 Balasan: 1 Diposting di: 2013-08-02 12:07:22
(coin=100) (Ini ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama berdasarkan bahan nyata tentang emosi dari 'Cerita Seorang Anak Laki-laki dan Anak Perempuan', mohon jangan marah jika kurang baik.)\ Lembut, denting piano terdengar,\ Secara perlahan mengikuti aliran waktu.\ Saat itu aku jatuh cinta padamu,\ Namun kau tidak peduli.\ Aku tak takut orang lain menilai,\ Ini disebut akibat perbuatan sendiri,\ Percaya suatu hari akan ada hasilnya.\Lihat gambar besar\ Hehe, mungkin ini jodoh yang ditakdirkan,\ Akhirnya kau mulai berbicara padaku,\ Terbuka mengatakannya,\ Tak bisa melupakan tangan itu sebelumnya,\ Sekarang diam-diam membuatku terharu.\ Tapi di hatiku ada rasa sedih……\ Dulu sikap dinginmu padaku,\ Sekarang menjadi sapaan di dunia nyata.\ Mereka bilang air dan api tidak bisa bersatu,\ Namun kita justru mencintai dengan menyatu,\ Dengan begitu, tangan saling menggenggam,\ Bahkan menanggung suka dan duka bersama selama beberapa musim.\Lihat gambar besar\ Yang menakutkan adalah waktu berubah,\ Orang yang dicintai selalu berada dalam dilema.\ Saat aku diam-diam pergi,\ Tak tahu harus bagaimana mengucapkan selamat tinggal.\ Kuharap hujan yang dicampur angin itu,\ Membawa padamu rinduku yang jelas.\ Beberapa rasa sakit yang tak bisa diungkapkan,\ Dulu kita sepertinya juga masih bingung,\ Hanya setelah mengalami itu semua,\ Kehilanganmu membuatku merasa kosong,\ Kadang waktu kembali mengalir dalam mimpi,\ Namun aku tak bisa menggenggam tanganmu.\ Beberapa rasa sakit yang tak bisa diungkapkan,\ Sering kubuka dan tanyakan kabarmu,\ Saat kita bertemu lagi,\ Apakah ingin bicara tapi air mata lebih dulu tumpah,\ Kadang waktu kembali mengalir,\ Diam-diam menyapamu di kota asalmu.(/coin)
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Lebih berbakat dalam menulis, jauh lebih baik daripada saya
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan