Tianyu xi: versi kantin dari 'Panggung Krisan', ini adalah yang kami susun di SMP...
(coin=100)Tanganmu,\ Gemetar lembut,\ Hanya beberapa potongan daging yang tersisa,\ Jatuh ke tangan orang,\ Antriannya terlalu panjang,\ Terjepit menjadi dua baris,\ Siapa yang ada di ujung antrian dengan keputusasaan yang dingin.\ Aku mendekat,\ Jendela untuk swipe kartu makan,\ Beberapa sayur yang tersisa,\ Ditiup angin hingga menjadi dingin,\ Mimpi di dapur,\ Menjadi sejumput aroma,\ Tersapu angin ke luar jendela menuju lapangan.\ Kembang kol tersisa,\ Sup sawi asin,\ Roti kukus semalam sudah menguning,\ Harga membuat hati orang hancur,\ Hatiku perlahan hilang;\ Uang saku,\ Masih sama,\ Dan semakin menunggak tiap hari,\ Tinggallah aku sendirian di kamar mandi ramen instan.\ Setelah kelas rebutan makan,\ Langkah kaki panik,\ Di lorong sempit,\ Kotor dan berantakan,\ Porsi bubur tidak cukup,\ Setengah air setengah nasi,\ Takut uangmu habis tapi masih lapar.\ Nasi goreng siapa,\ Belum habis dimakan,\ Di mangkuk mie rusak,\ Tidak ada minyak dan garam,\ Lampu menyala redup,\ Di mana-mana ada kecoa,\ Di papan dingin ada sarang laba-laba.\ (Kembang kol tersisa,\ … …\ Tinggallah aku sendirian di kamar mandi ramen instan.)\ (Lirik ini hanya untuk hiburan, sepenuhnya fiksi, jika ada yang mirip, murni kebetulan.)\ (Terima kasih kepada: Zhou Dong.)\ Hehehe (/coin)
Balasan (6)
Versi asli adalah "Versi Kantin SMA Bimo" dari "Chrysanthemum Terrace"
Katanya sudah pernah menonton
Iya: aku mengeluarkannya untuk dibagikan
Menghancurkan tiga pandangan~
Kalian menulis ini waktu SMP? Hehe... (tidak berkata apa-apa)
Versi asli yang saya lihat adalah 'Chrysanthemum Terrace versi kantin Sekolah Menengah Bei Miao', bagaimana kalian mengatakannya saya tidak tahu
— Semua balasan dimuat —