mengunci Lahir untuk menjadi seorang siswa Tiongkok, tidak diragukan lagi merupakan salah satu tragedi besar dalam hidup

Poster aslinya: Nama layar hanya boleh memiliki sepuluh karakter? Tampilan: 161 Balasan: 13 Diposting di: 2013-11-10 19:19:49
\Belakangan ini, seorang mahasiswa tingkat tiga Fakultas Ekonomi Universitas Rakyat, Zhong Daoran, telah menerbitkan sebuah buku berjudul 'Saya Tidak Memaafkan—Kritik dan Refleksi Seorang Generasi 90-an terhadap Pendidikan di Tiongkok.' Dalam bukunya, Zhong Daoran mengatakan: Pendidikan di Tiongkok menekankan pemberian pengetahuan, menggunakan metode pembuatan mesin di era industri untuk menciptakan 'jenius'. Yang dihasilkan adalah 'produk' yang kekurangan kemampuan berpikir mandiri, tanpa idealisme, dan tanpa kepribadian. 'Sekolah dasar menghilangkan nilai-nilai independen, sekolah menengah menghilangkan kemampuan berpikir mandiri, universitas menghilangkan ideal dan impian, sejak saat itu otak kita seperti celana dalam kastrasi, di dalamnya kosong, ini adalah hasil dari enam belas tahun menjalani pendidikan Tiongkok.' Inilah kemarahan dan kekecewaan seorang anak yang telah berjuang selama bertahun-tahun di dalam sistem pendidikan Tiongkok. \Jika dipikirkan pada masa Republik, bahkan pada masa Revolusi Kebudayaan, banyak siswa kita tidak sekeras siswa sekarang, kadang bahkan bisa bersenang-senang. Sekarang, orang-orang yang pada waktu itu tidak menerima 'pendidikan formal' yang banyak inilah yang menopang bangunan besar Republik. \Saat ini universitas kita semakin banyak, semakin sembarangan, dan yang dihasilkan kebanyakan orang biasa saja, bahkan sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga menghabiskan belasan tahun masa muda dengan sia-sia. Yang paling mengesalkan adalah 'kelas politik', seperti 'Marxisme-Filsafat', 'Pemikiran Deng', yang isinya adalah hal-hal yang bahkan profesor sendiri tidak bisa menjelaskannya dengan jelas, tetapi memaksa anak-anak untuk membacanya dari sekolah dasar hingga universitas. Pemborosan ini sangat besar dan menyakitkan. Karena dalam pekerjaan dan kehidupan nyata sama sekali tidak berguna, bahkan kadang menyesatkan banyak orang. Misalnya, pelajaran politik yang kami pelajari di masa Revolusi Kebudayaan, sekarang masih berguna kah? \Di sekolah menengah di Inggris dan Amerika, ada puluhan hingga ratusan mata pelajaran, siswa bisa memilih berdasarkan kemampuan dan minat mereka sendiri. Sebagian besar universitas di Amerika tidak mengharuskan mahasiswa baru untuk memilih jurusan segera saat masuk, dan bahkan jika sudah memilih, setelah belajar beberapa waktu, jika ternyata tidak tertarik, masih bisa pindah ke jurusan lain. \Di negara-negara dengan tingkat pendidikan yang lebih maju, tidak ada perbedaan siswa pintar dan kurang pintar, sehingga siswa benar-benar memahami apa itu kesetaraan, apa itu demokrasi, dan apa itu hak asasi manusia. Tidak seperti di negara kita, di mana siswa sekolah dasar sudah diajari bahwa uang dan kekuasaan bisa mengatur segalanya.\Sistem pendidikan saat ini di Tiongkok tidak hanya menekan sifat alami siswa, sehingga tidak dapat melahirkan bakat-bakat kelas satu, tetapi juga membuat kita sensitif terhadap 'politik' serta mengagungkan kekuasaan dan uang, sehingga setiap orang yang keluar dari gerbang universitas menjadi tawanan kelompok kepentingan yang sudah mapan. Hal ini membuat Tiongkok selalu gagal menempuh jalan konstitusi dan hukum, menjauh dari masyarakat modern dan peradaban.\Referensi: "Aku Tidak Memaafkan" dimuat di "Duyou Bao" 28 Februari 2012.\
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Membeli kecap...
Saya hanya ingin bertanya: Mengapa jumlah bunuh diri di Tiongkok begitu banyak?
Keren banget... sofa ini pasti diambil
Top!!
Kalau bukan demi orang tua saya = = mereka sudah mati lebih dulu, hidup itu hanyalah menunggu mati, tapi tetap ingin membalas budi mereka dengan baik, sifat aneh saya ini bisa membesarkan saya memang tidak mudah
Ehm, →_→, lantai 5 sangat berbakti!!!
Di antara semua kebajikan, bakti kepada orang tua adalah yang utama. Hormati dan patuhi kebajikan tradisional, aku tidak ingin setelah aku mati masih ada orang yang mengutukku.
Hehe!
Pendidikan berbasis ujian di Tiongkok kaku, siswa memiliki inisiatif belajar yang rendah dan tekanan besar. Masalah yang muncul bukan menghasilkan tenaga terampil tetapi tenaga yang hanya pandai menghadapi ujian bukanlah masalah baru yang terjadi dalam satu atau dua hari.
Bukankah itu bukan sehari dua hari, melainkan ribuan tahun?
Tidak ada cara untuk mengubahnya. Hanya bisa menerimanya dengan diam-diam.
Pendidikan yang mengerikan yang diciptakan oleh pemerintah yang buruk
Sudah berganti begitu banyak ketua, tapi tidak ada yang memperhatikan, suka membuat kerjaan tampak saja, apakah tidak ada yang membicarakan di Kongres Rakyat?
— Semua balasan dimuat —
Postingan ini telah dikunci dan tidak dapat dibalas