Puisi: [Perang]

Poster aslinya: Batu giok hancur㊣ Mabuk seribu gelas meminta♂卍㏎ Tampilan: 98 Balasan: 4 Diposting di: 2013-11-23 18:55:39
Ujung jari memutar benang merah yang putus \ Luka perpisahan, pikiran susah diungkap \ Puncak gunung, api peperangan \ Berjalan ragu-ragu, langit merah menyala \ Kerinduan, simpul hati salah tekan \ Menarik seutas benang, menenun masa lampau \ Lampu dipotong, cahaya kekuningan musim \ Kerinduan tak terelakkan, masa mekar bunga sulit diperpanjang \ Malam hujan, sedih dan pilu \ Menyambut perpisahan di paviliun pinggir \ Memetik tujuh senar, menyanyikan sebuah lagu \ Jiangnan, asap bunga aprikot \ Menatap mata, wajah menjadi basah \ Suara guqin, dingin dan jernih \ Mengayun perahu, melewati tahun-tahun \ Perang, anggur kuat pedas \ Pasir dingin, sinar bulan, mabuk anggur terakhir \ Melihat siapa mengangkat tangan, membalik kendi ini terlebih dahulu \ Memetik pipa, memainkan guqin \ Dalam sekejap, aliran waktu runtuh \ Menunjuk ke ujung bumi, akan menarik busur ukir dan menembak serigala langit \ Upacara penghormatan, sisik dan tato \ Baru berpisah, kembali menoleh perlahan \ Lampu padam, dewa dan setan mundur \ Membuat sebuah syair, bencana langit Brahma \ Keramaian dan kemewahan, mematahkan musim panas \ Suara seruling, suram dan membunuh \ Mengacungkan pedang berkibar, minum besar dalam tiga kehidupan dengan bebas \ Darah hangat pada baju besi, senja menjadi suram \ Penyimpanan hangat guqin dan pohon murbei, melindungi empat arah \ Penguasa dunia kacau
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Pergilah, pejuang kecilku yang berani-_-||
Diam tanpa berkata-kata
.Atas.
Sedikit susah diucapkan, aku dukung satu.
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan