Aku agak mengerti
perasaan hatiku yang hampa
sudah lama sekali
Aku seperti daun yang jatuh
dari mulutmu
kebohongan yang lembut
sebenarnya bisa
memberiku kesembuhan dan kenyamanan
Aku bersumpah untuk bersamamu
untuk bersama setiap hari
Kupikir aku akan memberimu kebebasan
cinta akan menjadi luas
tidak ada yang peduli padaku
tidak ada yang melihatku
air mata berkelap-kelip di senyumanku
Aku memutuskan untuk membalikkan punggungku kamu
dan terus berjalan dengan tenang
Tak lagi melihat ke kejauhan
Lupakan dirimu selamanya
Jangan biarkan diriku menangis
Berani mencintai tapi tak berani pergi
Meski aku tak bisa menghapusnya dalam hatiku
Buku harian cinta pertama
Aku agak mengerti
Perasaan hatiku yang hampa
Sudah lama sekali
Aku seperti daun yang berguguran
Dari mulutmu
Kebohongan yang diucapkan dengan lembut
Sebenarnya bisa
memberiku kesembuhan dan kenyamanan
Bersumpah untuk bersamamu
Bersama setiap hari
Kupikir aku akan memberimu kebebasan
Cinta akan menjadi luas
Tidak ada yang peduli padaku
Tidak ada yang melihatku
Air mata berkelap-kelip dalam senyumanku
Memutuskan untuk membelakangimu
Melangkah maju
Tak lagi melihat ke belakang ke kejauhan
Jangan pernah melupakanmu
Jangan biarkan dirimu menangis
Berani mencintai tapi tak berani pergi
Meski hati tak bisa terhapus
Diary cinta pertama
Kerinduan mendadak pada langit biru
Datangnya hujan lebat
Mungkin air mata bisa jadi terhanyut
Yang disebut jejak cinta sejati
Jangan biarkan dirimu hanya mengandalkan intuisi
Manjakan diri dalam cinta
Meskipun aku pernah menulis untukmu
Diary cinta pertama
Meskipun aku tidak bisa menghapusnya dari hatiku
Diary cinta pertama
Sebuah keputusan yang berlinang air mata
Balasan (2)
sofa,
Pernah mendengar bahasa Jepang
— Semua balasan dimuat —