Dia menyebutnya bajingan

Poster aslinya: Kesepian berubah menjadi kesedihan Tampilan: 168 Balasan: 10 Diposting di: 2014-02-24 21:46:40
Pada periode kedua hari ini, guru kelas kami meninjau uraian kami. Topiknya: Dia menyebutnya bajingan. Syarat: Tulislah kalimat dengan menggunakan metode deskriptif seperti bahasa, psikologi, ekspresi, dan gerak. Adakah di antara Anda yang bisa menjelaskannya? Bagaimana kalau saya menambahkan persyaratan lain: lima puluh atau lebih... (Ugh... Tangan saya terlalu banyak dan tidak memperhatikan duri kecil di kaktus, dan saya tertusuk... ugh...)
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Terbang lewat, tidak meninggalkan nama
Jangan menangis, jangan menangis, baik~~~
Dia: Bajingan! Dia: Kenapa memaki aku? Aku: Dia memaki kamu, bukan memaki aku~ Kamu: Hm? Memaki apa? Apa: ... (bersambung...)
Di kereta bawah tanah yang ramai, ada seorang pria yang terus menatap seorang wanita di dekatnya. Pria itu terlihat tegang, tangannya sedikit gemetar, mulutnya terus menggumam: 'Tidak perlu takut, tidak perlu takut...' Akhirnya, pria itu memberanikan diri, dan meraih bokong wanita itu. Seorang wanita lain di sebelah pria itu melihat tindakan pria tersebut, dan dia memaki pria itu brengsek.
Hari ini, seorang pelajar bosan menatap kosong di dalam kelas, tiba-tiba mendengar sebuah teriakan, pelajar itu segera keluar dari kelas, dan melihat ke pintu →_→ Ternyata seorang wanita cantik terjatuh. Lalu melihat bahwa gadis yang terjatuh itu memiliki payudara berbentuk B. Pelajar itu berbisik sendiri, mengatakan 'besar sekali', tapi tidak disangka didengar oleh pemilik kamar →_→ Pemilik kamar itu menepuk pelajar itu dan berteriak 'brengsek'. Setelah itu pemilik kamar pergi... (Untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, silakan dengarkan episode berikutnya)
Darah, kamu serigala bermuka dua
(time)
(╯3╰)
Tidak sakit, kan, kakak ipar, hati-hati!!!!
(now)
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan