Tidur dengan tinta di bantalku, aku bermimpi tentang seribu perjalanan...

Poster aslinya: Aku akan memberimu sebotol anggur dan aku akan memberimu semua kesedihan. Tampilan: 87 Balasan: 3 Diposting di: 2014-03-03 02:37:18

Memandang gunung dan gunung, mendengarkan deru sungai dan laut; dunia yang bergulir, banyaknya hal duniawi, segala sesuatu yang ditafsirkan oleh waktu sangatlah dangkal.
Dengarkan tahun-tahun seperti puisi dan lagu, dan lihat kesepian dan kemakmuran dunia. Berhenti di tepi sungai kehidupan dan menyaksikan pot hanyut adalah metafora kesedihan. Saya membungkuk untuk menyelamatkan tahun-tahun Tionghoa yang berlalu dengan tergesa-gesa. Aku ingin mengambilnya, tapi aku tidak bisa.
Tangga batu jembatan kuno miring karena aliran air; di sini bayangan sutra pohon willow meninggalkan jejak matahari terbenam, dan rangkaian lonceng angin berayun di bawah atap paviliun. Sebelum mereka bertemu, terdengar suara-suara kecil dan halus dalam bisikan angin malam; setelah berpisah, mereka berubah menjadi serpihan-serpihan nyanyian hening, dan perasaan itu berangsur-angsur memudar seiring perubahan-perubahan kehidupan seperti mendaki gunung dan sungai.
Saat ini malam, angin bertiup kencang dan awan mulai turun.
Debu dan asap yang sangat besar akan segera menyebar. Awan berangsur-angsur melepaskan cangkangnya yang indah, dan sebelum bintang-bintang dingin muncul, mereka hidup dengan pandangan terakhir dunia yang dipenuhi kembang api. Mendongak, kesedihan melayang di udara, dan siapa pun yang berbalik tidak tahan melihat pemandangan menghilang tanpa jejak.
Tahun-tahun itu bagaikan angin, meniup asap dan debu perubahan kehidupan. Pembuluh darah yang tak terduga muncul, mengubur tahun-tahun terakhir. Beberapa orang, beberapa hal yang pernah saya alami, dan jauh di tahun-tahun berikutnya, saya perlahan-lahan memikirkannya dengan samar dan lembut, mengingat rasa frustrasi dan kesedihan, dan memikirkan hubungan tanpa batas di dunia ini.
Di awal malam, saya berhenti, mabuk dan bernyanyi. Minum sepanci sake, segala macam kesedihan ada di pelukanku, ususku sakit, angin sejuk di depanku cerah dan terbelah, dan bayangan kabur dari mabuk pun tertidur dan sunyi. Apakah ia meniupkan masa lalu yang bagai asap, indah dan puitis dalam liku-liku kehidupan?
Tiba-tiba menoleh ke belakang, penuh kemurungan, gemetar dalam hati yang lembut di tengah desahan angin.
Tahun-tahun yang hilang dan mimpi-mimpi lama yang hilang terasa redup, rendah dan bernostalgia di kedalaman ingatan. bingung. Kabut dan hujan keterasingan dari dunia, dalam mimpi sunyi, tidur nyenyak di dada, memenuhi hati dengan rasa sakit tumpul yang abadi.
Berkeliaran di malam hari, mendengarkan bisikan angin; langit malam yang sepi membisikkan sentuhan kesedihan.
Suara angin sepoi-sepoi yang dipenuhi rasa dingin terdengar di telinga, memecah kesunyian malam. Sepertinya ini adalah lagu dari kenangan yang jauh dari kehidupan lain, dan bayang-bayang beberapa kisah romantis memadat dalam pikiranku, lalu menyebar, dengan lembut melayang di gelombang debu masa lalu.
Mungkin masa lalu itu seperti asap tipis, datang tanpa sengaja dan tidak meninggalkan jejak. Ada terlalu banyak perubahan tak terduga dan pemisahan yang tidak disengaja di dunia. Lingkaran tahunan yang jauh telah menghancurkan pesona masa lalu; jejak depresi hanya menyisakan secuil kesedihan yang terpatri di hati.
Berkelana di dunia sekuler, dikelilingi debu yang tak bisa dihilangkan, memandangi pedesaan dan pegunungan bagaikan sebuah gambaran. Mimpi bunga yang mekar di ujung jari ibarat melewati badai, dan hancur menjadi lumpur di tahun-tahun sebelumnya.
Yang, dalam mimpi yang tenang dan mabuk, diam-diam menulis kelembutan dan kelembutan untuk menyerukan kenyamanan pemandangan dan tahun-tahun lama;
Yang berjalan sendirian di dunia fana, mengubah tiga rasa menjadi penyakit cinta kosong dan bunga berguguran...
Dalam kabut dan hujan, yang berbalik dengan sedih, menghela nafas dan mengucapkan kata-kata berharga, lalu basahnya menghilang menjadi asap yang tidak akan pernah hilang.
Balikkan telapak tangan untuk membalikkan lingkaran pertumbuhan, dan jentikkan jari untuk melihat tahun-tahun yang berlalu; membalikkan tangan untuk membalikkan alam semesta, dan melambaikan lengan baju untuk membubarkan asap dan awan.
Tangkap kumpulan kata-kata yang jelas dan kalimat yang indah. Pena tinta menguraikan keindahan yang hilang dalam beberapa tahun terakhir, dan guratan pena menafsirkan masa lalu yang seperti asap.
Gema yang merdu dan sunyi dilantunkan dalam baris-baris puisi yang sepi, terikat dalam volume berbingkai dan menjadi kenangan abadi. Tidur dengan tinta di bantalku, aku bermimpi tentang seribu perjalanan...
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Bangku.
Suasana bagus
Lewat, menjaga bangunan
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan