Marah tidak sebaik berjuang

Poster aslinya: -tepian- Tampilan: 154 Balasan: 5 Diposting di: 2014-04-05 09:01:59
Kebahagiaan adalah sebuah hati, tidak terkait dengan nafsu. Dengan hati yang lapang, toleran, dan bersyukur, hidup akan selalu cerah dan menyenangkan. Kehidupan memiliki untung dan rugi, orang yang cerdas tahu kapan harus melepaskan dan memilih, orang yang bahagia tahu bagaimana berkorban dan melampaui. Bisa nyaman dengan apa yang dimiliki secara nyata, melepaskan untung rugi dan suka duka, juga merupakan tingkatan tertinggi dalam hidup.

Kata-kata yang indah dapat membersihkan jiwa setiap orang; kata-kata yang penuh kesedihan dapat membuat orang dipenuhi duka dan kedukaan; kata-kata yang penuh dorongan lebih bisa memicu resonansi dan semangat orang ... tetapi sekarang saya hanya menghargai satu kalimat: lebih baik berprestasi daripada marah.

Orang bodoh hanya akan marah, orang cerdas tahu bagaimana berusaha.

Dalam hidup, di mana-mana ada “energi”, setiap hal memiliki “energi”. Hidup tanpa “energi”, itu bukan kehidupan, melainkan “Utopia” dalam khayalan. Sepuluh dari delapan belas hal dalam kehidupan tidak sesuai harapan, belajar untuk tidak marah adalah tingkatan lain dalam hidup. Seperti yang tertulis dalam sebuah puisi ringan: "Hidup ini seperti pertunjukan, jangan marah karena hal kecil, lihat kembali dan pikirkan, kenapa harus begitu, orang lain marah aku tidak, marah mengundang penyakit yang tak ada yang menggantikan..." Ingatlah untuk tersenyum saat marah.

Gunung tidak datang kepadaku, aku yang mendatanginya; kita harus memiliki kebanggaan, melihat kesulitan sebagai sekolah terbaik untuk sukses. Tersenyum dalam kesulitan membuat senyuman lebih berarti dan berharga. Seperti kata beberapa orang: menangis tidak berarti aku sedih, tersenyum tidak berarti aku bahagia... Oleh karena itu dalam perjalanan menghadapi kesulitan, tidak sedikit “kegagalan” menemani, tapi ingatlah, kegagalan bukan berarti kehilangan tekad. Yang harus dipelajari adalah, bersyukur saat di atas, tetap optimis saat sedang sulit, fokus, dan melangkah maju. Seperti pepatah mengatakan: setelah melalui ujian api, lumpur pun menjadi tubuh yang kuat.

Bukankah tujuan hidup adalah untuk hidup dengan puas dan bahagia? Harus belajar merasa cukup dan selalu bahagia, jangan selalu menderita karena kehilangan, karena kehilangan berarti memulai kembali untuk memiliki. Orang cerdas tahu kapan harus melepaskan, orang yang tulus tahu berkorban, orang yang bahagia tahu melampaui, nyaman dengan suatu pelepasan, memegang teguh suatu keterlepasan, itulah nilai hidup. "Dunia sebenarnya tidak iri, orang bodoh saja yang mengganggu dirinya sendiri", hanya orang bodoh yang selalu berada bersama kemarahan! Belajar untuk bisa mengambil dan melepaskan, menyegarkan hari esokmu, melupakan masa lalumu...

Menyalahkan langit dan orang lain hanya akan menambah ‘kantong energi' sendiri.Sebaiknya, gunakan semua rasa kesal untuk membakar semangatmu sendiri. Meskipun itu menyakitkan, namun seperti pepatah mengatakan, "Pedang yang tajam lahir dari pengasahan, aroma bunga plum datang dari dinginnya penderitaan," hanya dengan menempa diri dalam lingkungan yang sulit, kita dapat meratakan jalan untuk kesuksesan di masa depan. Kita harus belajar mengubah rasa kesal menjadi semangat, untuk "mengisi" keyakinan diri sendiri. Bahkan jika tidak bisa berjalan sesuai keinginan, kita harus berusaha sebaik mungkin!\ Orang yang optimis tahu bagaimana memilih dan melepaskan. Memiliki hidup yang indah dan memiliki kehidupan yang bahagia adalah sesuatu yang diinginkan setiap orang, oleh karenanya harus lebih sedikit marah dan lebih banyak tersenyum. Namun, ketika kau sibuk mempermasalahkan hal-hal sepele dalam hidup, ketika kau tetap memikirkan sesuatu yang telah berlalu, ketika bibit kebencian kau tanam dalam hati, bagaimana mungkin kau bisa bahagia? Menghadapi masalah dan kegagalan hidup, hal terpenting adalah menempatkan sikap hati yang benar dan menghadapi segala sesuatu secara positif. Mengeluh dan marah terus-menerus pada akhirnya hanya akan melukai diri sendiri.\ Setelah menulis artikel ini, hatiku menjadi lebih terbuka, "lebih baik bersaing daripada marah," tidak salah. Hal-hal sepele yang mengganggu hati sama sekali tidak layak membuat kita marah, dan jangan lagi memiliki emosi buruk yang bercampur dengan rasa ingin menang. Setiap orang memiliki hak untuk marah, tetapi aku akan sebisa mungkin tidak menggunakan hak ini... Semoga teman-teman di sekitarku juga sama seperti aku, jangan lagi marah hanya karena hal kecil, karena itu hanya akan menurunkan kualitas dirimu sebagai manusia, mempengaruhi sikapmu terhadap hidup, dan pada akhirnya yang paling terluka juga adalah dirimu sendiri.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri!
Saya juga mau, jempol
Top~~
Top!!!!
He...
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan