Seumur hidup berpegangan tangan, melewati waktu dan ruang untuk mengenang cinta

Poster aslinya: -tepian- Tampilan: 135 Balasan: 9 Diposting di: 2014-04-17 06:46:14
Menggenggam tanganmu, ikutlah denganku, tanpa terasa waktu telah berlalu satu musim semi dan gugur lagi.\ Menarik tanganmu, menopang aku berjalan, tanpa terasa kita berdua telah menua.\ Waktu diam-diam mengalir, masa tidak lagi membuat kita polos, masa-masa berbeda, bersandar dan berpelukan denganmu, manis, pahit, asam, dan pedas, mewarnai kerutan halus kita saat berpegangan tangan dan saling menatap, mengisahkan setiap titik dan tetes waktu yang berlalu, sebanyak penderitaan dan kebahagiaan, kau selalu menemani di sisiku. Belenggu kelembutan yang terampil, mengikat hati yang mengembara ini.\ Suka setiap senyummu, tersenyum dengan cerah, tersenyum dengan polos, tawa mu selalu bisa menimbulkan rasa bahagia dan penuh sukacita, menyuburkan bunga di hati yang tak pernah layu. Aku tahu ini adalah kekuatan cinta.\ Sejak pertama kali aku menggenggam tanganmu, senyummu yang malu-malu, rona merah yang penuh perasaan di pipimu, membuatku senang, akar cinta mu mulai tumbuh dan detak jantungku bergetar, membangkitkan rasa gugup cinta pertama kita, seperti anak kecil membuat kekacauan besar, gelisah dan tidak tenang…\ Selama bertahun-tahun, setiap kali menyebut kata-kata ini, kita berdua selalu tersenyum bodoh yang terpesona olehnya, bahkan malu untuk mengulang kembali adegan itu, kau menatapku, aku menatapmu, wajah kita yang mulai menua kembali memerah. Dalam tatapan penuh cinta, tidak bisa menyembunyikan rasa tersentuh di kedalaman hati seketika itu.\ Waktu itu, kita tentang sentuhan antara pria dan wanita, adalah keinginan dan rasa ingin tahu, sensitif dan takut, seperti kuncup bunga yang belum mekar menunggu detak jantung yang berdebar, seperti kuda liar yang melesat menembus rintangan. Merebut langit biru dan awan putih yang diidamkan masing-masing, membayangkan abadi yang baru milik kita. Gunung hijau dan air bening adalah langkah kita, mengejar pasang surut adalah gairah kita,\ Meski ada hari gelap dengan awan tebal, juga angin kencang dan pasir beterbangan, tidak memisahkan benturan hati kita, teguh dengan detak jantung yang bergetar dan janji untuk tetap bersama. Meskipun ada jarak tinggi bukit dan jauh sungai, juga melewati gunung dan menyeberangi lembah, namun tidak dapat menutupi kedekatan hati, meneguhkan deklarasi cinta dan kepolosan abadi.\ Keras dan kejamnya kenyataan tidak membuat kita berpaling, saling bergandengan sepanjang jalan, saling menolong satu sama lain, memahami kesukaan masing-masing, mendengarkan suara hati satu sama lain, menyenangkan satu sama lain, menghibur luka satu sama lain. Kehidupan duniawi, di dunia fana ada dirimu, dalam kebahagiaan dan kesusahan, tidak akan meninggalkan. Dalam pusaran cinta dipenuhi dengan perubahan besar hidup kita berdua.Melihat kembali masa lalu, bunga aprikot di seluruh gunung bermekaran, bunga liar di semua lembah semerbak, mata air menetes gemericik, burung berkicau, melihat dari ketinggian, sungai dan pegunungan yang hijau, keajaiban alam bersatu, menyatu di mata, senyum penuh kasih. Saat itu romantisme yang terjalin erat, saat itu matahari senja dan awan merah saling bersandar. Takdir… bergandengan tangan, bersandar bahu, memeluk sungai cinta, dari zaman dahulu hingga sekarang, cinta yang melintasi ruang dan waktu…
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Jodoh juga adalah takdir!
Ayo unggah materi serbaguna untuk esai, hehe
。。。。。
OP, ayo biarkan aku menggenggam tanganmu
Ayo! Sayang kamu tidak bisa meraihnya,
Baiklah! Saya belum selesai menonton
Mendukung!!!
Ini kamu tulis sendiri? Ya, nanti kalau menulis surat cinta, itu, kamu tahu lah`?`
Dulu diunggulkan,
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan