Daya Tarik Sastra Klasik—Bentuk Palindrom

Poster aslinya: ┟sampai▓terhormat〓VIP♂ Tampilan: 75 Balasan: 3 Diposting di: 2014-04-22 20:30:00
Bosman Bodhisattva \Qing? Nalan Xingde
Kabut di jendela dingin menatap langit senja yang jauh,\Langit senja yang jauh menatap kabut jendela dingin.\Bunga gugur saat gagak berseru,\Gagak berseru saat bunga gugur.\Lengan baju sutra menggantung bayangan kurus,\Bayangan kurus menggantung lengan baju sutra.\Angin memotong seutas benang merah,\Benang merah dipotong oleh angin.\【Catatan】
①Palindrom: Suatu teknik retoris dalam puisi. Yaitu setiap baris dalam puisi atau lagu bisa dibaca terbalik dan tetap bisa dibacakan, membuat satu baris menjadi dua baris, dan dua-duanya menjadi bermakna dan berirama. Ada beberapa pendapat tentang asal mula teknik retoris ini. Ada yang mengatakan berasal dari Liu Xie di Dinasti Liang Selatan, dalam bukunya "Wenxin Diaolong·Mingshi" disebutkan: “Palindrom muncul, maka Dao dipandang sebagai permulaan. Kalimat berima bersama, tetap ada sisa aturan Bailing.” Namun karya Dao Yuan sudah hilang; ada juga yang mengatakan berasal dari puisi "Xuanji Tu" karya Su Hui, istri Dou Tao dari Qin Awal.
②Angin memotong: yaitu angin bertiup. Memotong, berarti dengan cepat.
【Penjelasan】
Karya palindrom biasanya hanya permainan kata, nilainya tidak terlalu besar. Puisi ini dan dua puisi "Bosman Bodhisattva" berikutnya adalah karya permainan seperti itu. Namun tetap bisa dilihat keterampilan penulis dalam mengolah kata.\Sangat menyenangkan, ya′?`
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Sofa ungu
Lantai.
Hehe,
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan