Jika hidup menipumu
Hidup sangat singkat, dalam seumur hidup kita hanya bisa bertemu dengan beberapa teman sejati yang benar-benar memahami dan mencintaimu. Mungkin kamu merasa kecewa dan kehilangan. Tetapi hati yang kosong, bagaimana bisa menanggung semua itu? Pernah berpikir, bagaimana jika semuanya tidak terjadi, orang yang mencintaimu tidak meninggalkanmu, apa yang akan terjadi? Bagaimana jika hidup menipumu, apakah kamu bisa menanggapinya dengan tenang? Apakah kamu bisa bersikap toleran? Yang telah pergi, biarlah pergi, untuk apa merindukannya? Tidak ada orang yang akan menyayangi yang lemah, kamu hanya bisa bangkit, jadi mengapa bersedih, mengapa berhenti. Dunia akan terus berputar tanpa dirimu. Jadi mengapa harus menunggu atau berkorban yang tidak perlu? Hidup sangat indah, kenyataan sangat keras, jadi mengapa harus terikat pada beberapa hal atau beberapa orang? Jika hidup menipumu, jangan bersedih, jangan mengeluh. Mulai dari sekarang, nikmatilah apa yang kamu miliki, lupakan apa yang tidak, dengan begitu kamu akan menjadi kuat perlahan-lahan. Jika hidup menipumu, meskipun untuk sementara tidak bisa menenangkan hati yang terluka, suatu hari kebahagiaan akan datang. Jika hidup menipumu, belajarlah untuk menerima, belajar untuk sendiri, meskipun kesepian, jangan tunjukkan, jangan beri kesempatan bagi orang yang meremehkanmu untuk menghina, belajarlah untuk bersabar. Jika kenyataan menipumu, jangan menyalahkan, menyalahkan hanya sia-sia. Belajarlah untuk kuat. Mungkin hidup tidak seindah dongeng, namun memahami itu sudah cukup. Keegoisan manusia bukan sesuatu yang bisa kamu ubah, belajar menyesuaikan diri adalah jalan terbaik. Mungkin hidup tidak seindah yang diharapkan, jangan bersedih, hidup tidak selalu mulus, meskipun gagal, hadapilah dengan tersenyum, semuanya akan berlalu. Mungkin yang mudah didapatkan, kamu tidak selalu menghargainya, jadi untuk apa? Di jalan yang terjal, meskipun sulit, dengan ketekunan, impian pasti akan mekar. Kegagalan sementara tidak berarti apa-apa, yang penting adalah kamu memiliki hati yang tenang, menyikapi dengan senyuman, hidup akan lebih indah. Saat ini, mungkin kamu jatuh, mungkin sakit karena jatuh, mungkin menangis, jangan bersedih. Laplah air matamu dan lanjutkan perjalanan. Suatu hari kamu akan merasakan kegembiraan dari hasil yang diperoleh. Lihatlah bunga-bunga di kejauhan melambaikan tangan untukmu, kebahagiaan setelah menangis akan segera datang. Semangat. Hidup menipumu hanya untuk menghilangkan rintangan di jalurmu berikutnya, hidup menipumu hanya untuk kelahiranmu yang berikutnya. Jadi mengapa harus rumit? Mengapa tidak menyimpan hatimu yang terluka?Pilih untuk memaafkan, pilih untuk kuat. Hanya dengan itu kamu bisa melangkah maju saat ini. Maka lepaskan, buang semua kekhawatiran yang tidak perlu. Lanjutkan berlayar ke depan. (Bagikan)
Balasan (10)
Diterima!
Mm-hmm.
Hahaha, malam ini benar-benar menyenangkan, hanya kurang ciuman perpisahan, sungguh sayang, selamat malam, pemilik postingan
Sangat larut
Lewat, dukung
Kalian semua tidak perlu tidur, ya?
→_→, aku bertanya pada kalian para sarjana, ungu,
Selesai kerja. Tidur di tempat tidur sambil main ponsel saja
Hehe, aku juga!
Haha, cendekiawan juga ��
— Semua balasan dimuat —