Yuan, sebagai seorang moderator, di mana integritasmu?? Apakah kamu masih anggota yang tidak tahu apa-apa? \ Mengapa Zi menyelenggarakan kegiatan? Untuk terkenal? Tidak... Untuk menghidupkan anggota forum. Sesekali berkontribusi untuk forum itu bagus, tapi malam ini kamu datang untuk mengacaukan acaraku, bukan??
Peraturan kegiatan gambar Zi, sebagai moderator, apakah kamu sudah membacanya dengan sungguh-sungguh? Aku hanya ingin bilang apakah kamu benar-benar moderator di area teks?
Kamu bisa chat aku saja, menyuruhku menghapus lampiran gambar. Aku melihat kamu sebagai moderator, beberapa hari lalu kamu bilang server mati jadi tidak sempat ikut. Jadi tentu aku mau membantumu. Tapi kamu!! Tiba-tiba di komentar posting kegiatan menyuruhku menghapus lampiran. Apakah kamu mengira kegiatan ini transparan?? Tidak ada peraturan?? Lalu apakah anggota lain juga bisa memintaku menghapus?? Aku ingin bilang siapa yang mau ikut acara apa-_-.\Karena kamu benar-benar tidak membaca posting kegiatan gambar dengan seksama. Jadi malah mengirim dua jenis gambar yang tidak sesuai kategori di posting kegiatan. Atau kamu bisa pergi lihat peraturan kegiatan gambar pasal keempat. Mungkin kamu akan mengerti.\Aku hanya bisa bilang, kamu benar-benar terlalu tidak dewasa. Yuan! Dan juga Qin berbicara begitu →_→. Ehem~~
Kamu bahkan tidak punya hati yang toleran. Sudahlah, sigh... (aku tidak bisa berkata lebih banyak, menangis...\Mohon Qin bantu urus orang ini. Kamu ' (bisa dibilang muridmu kan? →_→) murid dibawah pengawasan. Zi berterima kasih....
\Yuan, jangan marah ya. Zi tetap temanmu. Aku tahu kamu cuma gegabah sebentar saja.
Silakan masuk...
Balasan (19)
Pernah ada sebatang sabun yang indah jatuh di hadapanku, aku tidak mengambilnya dengan baik, sekarang menyesal tak terkira, jika Tuhan memberiku satu kesempatan untuk memulai lagi, aku berharap, itu adalah selusin.
Apakah air mata ungu sudah mengalir? Baiklah, Kakak Qian teringat lirik seperti ini: Hancuran hati seribu tahun yang lalu, air mata mengalir deras tanpa penyesalan, membeku semua kerinduan... Baiklah, biar angin ringan dan awan tipis menyanyikan beberapa bait saja, soal kapan menjadi murid Qian? (/tertawa) Jangan bercanda, paling-paling hanya rekan sejawat dalam versi yang sama, soal mengajar lebih berani juga tidak, Qian sendiri tidak berani mengatakan padanya. (Kalau tidak bisa menang, bagaimana?) Selain itu, jika teman mau menerima saran dan bantuan dari Qian, maka kamu juga dianggap murid →_→ Sial, sembarangan banget! Sepanjang hidupku aku tidak akan menerima murid.
Memiliki murid bukankah bagus. ⊙▽⊙
Utamanya pertama-tama tidak ada yang bisa diajarkan, bisa jadi malah merusak murid yang baik. Kedua, seorang murid pasti akan merusak keberuntungan gurunya, misalnya yang seharusnya bisa makan paha ayam, setelah menerimanya sebagai murid cuma bisa mengunyah tahu busuk! Atau mengajarkan murid sampai kelaparan dan guru yang mati, atau punya murid yang berkhianat menusukmu dari belakang beberapa kali. Kalau tidak begitu, dia keluar setiap hari membuat masalah yang mengganggu, sangat mempengaruhi rasa bebas dan santai. Pokoknya banyak masalah, di Dou Po itu, obat tua itu akhirnya dibunuh oleh muridnya sendiri! Kamu bayangkan seberapa mengerikan itu.
Apakah Lao Na akan mengambilmu, →_→ tidak menerima murid, masih menghindar menghindar
←_← Yah, mengomel soal hal buruk? OK, aku pelit banget, lain kali aku tidak akan membantumu.
Aku tersenyum……╯﹏╰
Kalau begitu, di mana integritas kalimat pertama??
Adik Zi di sini, aku di sini
Sekelompok bodoh, lihat aku ?????????????????
Halo, idiot di lantai 9
Hehehehe
Tusuk sedikit selir
Aku kira ini akan menjadi masalah besar. Sebenarnya bukankah ini hanya tentang dua teman yang memakai celana yang sama, menjadi canggung karena menyukai hal yang sama, dan masing-masing merasa yang lain berlebihan? Cara menyelesaikannya juga sangat sederhana, seperti kedua orang itu menangis sebentar, keesokan harinya, kedua orang yang memakai celana yang sama itu tetap bisa bermain bersama seperti biasa. Ya, sebagai penonton, anggap saja ini sebagai keluhan sesekali terhadap kehidupan. Jika hal yang menimbulkan pertengkaran adalah permen lollipop, bukankah bisa dibagi dua? Masalahnya sebenarnya tidak rumit, kenapa harus dibuat rumit?
Apakah kamu kira aku sengaja? Sebenarnya aku ingin mendukungmu, tapi sayangnya gambarnya tidak bisa ditampilkan, aku coba tes dulu, apakah itu melanggar aturan??? Tidak mengerti niat baik orang...
Sudahlah, omonganmu juga terlalu sembarangan. Dari awal sampai akhir, apa yang kubilang tentangmu? Kamu yang dari awal sudah mengucapkan kata-kata seperti itu! Lagipula aku bodoh, lalu bagaimana denganmu?
Kalian berdua, hentikan, jangan terus mengomel, besok aku akan memanjakan kalian, OK? Jangan terburu-buru
Pertarungan internal adalah awal dari segalanya##
Takdir ya. Apakah kemarin aku menyuruhmu mengirim ulang sebuah postingan? Malam tadi aku menyalin gambar dan teks untukmu dan mengirimkannya. Baiklah. Aku tidak ingin bertengkar denganmu
— Semua balasan dimuat —