Berapa banyak cinta yang berubah menjadi orang asing begitu saja

Poster aslinya: -tepian- Tampilan: 108 Balasan: 5 Diposting di: 2014-05-10 18:38:25
Jika dikatakan pertemuan, saling mengenal, dan saling mencintai adalah takdir,\ maka, perpisahan itu, apakah bukan penjelasan lain dari takdir……\ Satu tatapanmu yang tampak acuh tak acuh, satu gerakan yang tampak sepele, satu kalimat yang terucap seolah ringan: Aku tidak melihat harapan, itu menjelaskan hubungan kita selama lebih dari setahun!\ Jika dipikir-pikir, mencintaimu ternyata tidak mudah~\ Berjanji untuk tidak memikirkanmu lagi, tidak jatuh cinta lagi padamu, tidak mencintaimu lagi, tidak akan pernah menyebut namamu lagi, namun hari ini tanpa sengaja menerima telepon darimu, hatiku tetap tidak bisa menahan sedikit rasa sakit, langit tetap seketika menjadi putih, dan air mata tetap tak bisa tertahan mengalir dari mataku.\ Ya, seandainya aku tidak lagi mendengar suaramu, aku masih tidak tahu, bahwa ternyata aku masih sangat peduli padamu.\ Angin hangat musim panas menyentuh wajah, namun hati terasa dingin seperti musim dingin.\ Dulu, tak terasa, di musim panas seperti ini, pertemuan kita begitu indah. Dulu, di sepanjang jalan kecil seperti ini, kau menggenggam tanganku, bersumpah akan menemaniku menyelesaikan jalan hidup yang sulit. Dulu, di pinggir pohon rindang seperti ini, kau mencium bibirku, berjanji akan memberiku kebahagiaan. Dulu, di malam yang sunyi seperti ini, kau bilang kau tidak akan pernah meninggalkanku, tidak akan membiarkan siapapun menyakitiku, akan membangun rumah kecil yang hangat untukku……\ Sekarang, musim panas yang sama, orang yang sama, hanya berbeda, hanyalah suasana hati!\ Aku tersenyum pelan, dengan lembut menutup telepon, berpura-pura tidak peduli, berpura-pura tidak mempermasalahkan. Bagaimana kau tahu, gelombang perasaan yang mengalir di hatiku.\ Aku mencintaimu begitu dalam, untukmu aku memberikan begitu banyak kasih sayang.\ Sekarang, menoleh saja menjadi jalan asing.\ Semua cinta dan kesetiaan dulu, seperti terjadi kemarin, terukir jelas di hati.\ Sejak hari pertama bertemu, kegembiraan itu, sejak hari saling mengenal, getaran di dalam hati itu, sejak hari saling mencintai, kebahagiaan itu dimulai. Hatiku, tidak pernah meninggalkanmu.\ Saat kau senang, aku bersorak untukmu, saat kau sedih, aku meneteskan air mata untukmu. Saat kau kesepian, aku menemanimu melewati begitu banyak hari.\ Masih ingatkah ubi panggang yang kau belikan untukku di hari musim dingin yang dingin? Masih ingatkah sarung tangan yang aku kirimkan di tengah salju tebal? Masih ingatkah saat aku sakit, kau menemani di sisiku dan membuatkan makanan enak untukku? Masih ingatkah pondok sederhana tapi hangat milik kita?\ Berapa banyak hari, aku selalu merindukanmu, berapa banyak halaman di buku harianku, selalu ada namamu.Dari kapan mulainya, hatiku selalu berada di sisimu! \ \ Sekarang, semua yang telah kupersembahkan untukmu, dengan berbalik menjadi jalan yang asing! \ Betapa banyak kasih, betapa banyak cinta, semuanya begitu saja, dalam semalam, menghilang tanpa jejak, tidak meninggalkan sedikit pun tanda. \ Hanya di hatiku, ada sebuah luka yang tak bisa dihapus, hanya di wajahku, bertambah satu ekspresi duka, hanya di mataku, ada semacam kejelasan, aku tahu, itu disebut air mata.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Sofa-kun
Kembali ke area hiburan dan pertukaran sastra emosional
o(╯□╰)o
Aduh! Sofa lupa diangkat!
Haha.
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan