Awalnya, menonton film ini seperti menonton film motivasi. Pada usia remaja, yang paling mudah diterima adalah godaan yang tampak memotivasi: selama kamu seperti Andy, tidak kehilangan kepercayaan diri dalam situasi apa pun, dan berjuang keras dalam kondisi apa pun, kamu pasti akhirnya akan mengendalikan takdirmu.
Kemudian, merasa bahwa film ini sebenarnya menggali psikologi sebagian besar orang yang menghargai penderitaan dalam hati mereka. Ketika saya masih kecil, saya sering membayangkan diri saya difitnah dan terperangkap dalam penjara. Imajinasi itu bukan menimbulkan rasa sakit dan takut, tetapi sensasi heroik. Li Ao ini selalu pamer tentang pengalaman penjaranya di berbagai kesempatan, membuat saya berasumsi bahwa mungkin kebanyakan orang memiliki penghormatan terhadap penderitaan dalam alam bawah sadar mereka, seperti saya. Film ini populer mungkin karena menampilkan alam bawah sadar manusia melalui seni.
Setelah beberapa waktu, menontonnya lagi, rasanya berubah menjadi film filosofi, dengan kata kunci hanya satu: “sistem.” Kita semua sebenarnya hidup di berbagai “penjara,” yang membatasi kita mungkin bukan jeruji besi dan kawat listrik, tetapi “sistem” yang lebih kuat. Awalnya kamu membenci itu, kemudian perlahan kamu menyesuaikan diri, dan akhirnya kamu tidak bisa hidup tanpanya. Pelarian Andy hanyalah dongeng untuk orang dewasa: bisa dibayangkan, tapi tidak dapat diwujudkan. Saat kita tenggelam di dalamnya, itu seperti anak-anak yang tenggelam dalam dongeng tentang pangeran dan putri; tidak ada anak yang menjadi pangeran, juga tidak ada yang bisa menjadi Andy.
Menonton lagi, menonton lagi, menonton lagi. Saya tidak tahu apa lagi yang akan diberikan film ini kepada saya, filmnya tidak berubah, yang berubah adalah diri saya sendiri.
【Kehidupan Film】The Shawshank Redemption
Balasan (4)
Dingdingding
Dukung!
Memang bagus, sebuah film yang meraih penghargaan
Dukung~
— Semua balasan dimuat —