Kisah lucu masa kecil di hari-hari masa kecil

Poster aslinya: Tidak ada kapital, tidak ada kesombongan Tampilan: 234 Balasan: 9 Diposting di: 2014-06-01 23:04:01
Katanya si penulis thread punya daya ingat yang buruk, hampir semua hal dari masa kecil sudah terlupakan. Tapi ada beberapa hal tetap teringat jelas, dan ada juga yang diceritakan oleh ibuku. Satu hal yang pasti, setiap kali mendengar atau memikirkan hal-hal ini, pasti tertawa terbahak-bahak. Sekarang, penulis thread akan menampilkan kekonyolannya, dan akan menceritakan beberapa hal yang menjadi perwakilan!

Satu, (cerita ini diceritakan ibuku) sampai di sini harus dibilang penulis thread itu pintar. Itu terjadi saat ujian akhir semester kelas tiga SD, nilai matematika hanya dua puluh delapan poin! Ya ampun! Beberapa orang mungkin bilang ini pintar, kalau begitu bukankah aku seharian ini jenius? Jangan buru-buru, dengarkan penulis thread perlahan-lahan, dua puluh delapan poin itu karena penulis thread hanya mengerjakan empat soal uraian, satu soal bernilai tujuh poin. Pintar kan, jujur aku juga ingin tahu apa yang kupikir saat itu, tapi ibuku tidak bercerita, kalau tidak aku sama sekali tidak akan tahu hal ini!

Dua, ini mungkin saat aku lebih kecil, saat itu di rumah tetanggaku ada seorang gadis, satu tahun lebih muda dariku (menurut ibuku sepertinya saat kecil kami banyak melakukan hal nakal! Hehe, ini cerita sampingan.) Aku ingat sekali, suatu kali, ibuku dan ibunya pergi jalan-jalan, tinggal kami berdua di rumah. Saat sedang bosan (waktu itu aku tahu kata bosan?), aku mengusulkan pergi mencari ibu kami, mungkin karena aku lebih tua, dia setuju dengan kata-kataku tanpa berpikir. Maka kami memulai perjalanan mencari ibu. Semua berjalan sesuai rencana sampai kami tiba di persimpangan jalan, ada jalan menuju rumah nenekku, mungkin hari itu aku makan terlalu banyak, aku mengusulkan padanya pergi bermain ke rumah nenekku (karena saat itu banyak sepupu di sana, aku sering ke sana, jadi aku tahu jalannya), sama seperti ketika aku mengusulkan mencari ibu, tanpa perlu berpikir, kami kembali memulai perjalanan bermain. Sampai ke inti cerita. Hari itu baru saja cerah, di jalan masih ada genangan air (maaf sebelumnya lupa menyampaikan). Jalan desa seperti ini, jika ada genangan air, pasti membentuk kubangan lumpur. Kubangan lumpur terbentuk tidak masalah, tapi entah kenapa aku jatuh ke dalamnya, dia melihat aku jatuh juga tanpa ragu masuk ke dalam, lalu, kau pasti tahu dua anak kecil! Akhirnya saat pulang hanya mata dan lubang hidung saja yang terlihat (tak ingat siapa yang membawa kami pulang), ayahku dan ayahnya dia tertawa luar biasa, akhirnya ibuku pulang untuk memandikanku!(囧o(╯□╰)o) Tiga, itu adalah sore yang panas (hehe, kali ini tidak akan lupa), saat itu saya baru berusia dua atau tiga tahun, ibuku pergi bermain kartu, saya tidur siang sendirian. Ketika bangun, saya menemukan tempat tidur terlalu tinggi dan tidak bisa turun, kejadian lucu pertama sudah menceritakan bahwa saya sangat cerdas, saya melempar bantal, selimut, dan seprai ke lantai, lalu merayap menyusuri tepi tempat tidur untuk turun (dari kalimat ini bisa terlihat bahwa kemampuan bahasa Tiongkok penulis tidak biasa-biasa saja). Hal ini dikatakan oleh ayah saya, karena itu menjadi modalnya untuk membanggakan diri saat itu! Ketiga kejadian yang diceritakan penulis, semuanya adalah pengalaman pribadi penulis, sama sekali bukan fiksi atau plagiat.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Eh, kenapa tidak ada spasi!
Saya baru sadar saya salah memposting di bagian, tidak apa-apa kan! Tuhan yang maha besar, mohon lindungi saya~~ tidur!
………
~_~
Aih... ayahmu, ibumu, ayah dan ibunya, membuat kepalaku jadi pusing...
Hehe~~~
Hehe.
Halo, pemilik postingan
Hehe, pemilik thread yang pintar, ehehe, alamat rumah nenekmu yang punya banyak sepupu perempuan di mana..?
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan