【Filsafat Hidup】Tangani suasana hati terlebih dahulu, baru urus hal-hal

Poster aslinya: -tepian- Tampilan: 131 Balasan: 6 Diposting di: 2014-06-02 07:16:29
Tangani suasana hati terlebih dahulu, lalu tangani urusan —— Belajar berkomunikasi lebih baik\ Terkadang ketika kita berkomunikasi, kita tanpa sadar menggunakan cara berbicara yang 'menolak', 'memerintah', atau 'dari atas ke bawah', misalnya: 'Kamu salah, kamu salah, tidak boleh bicara seperti itu' atau 'Aduh, sudah berapa kali kubilang, kamu tidak boleh melakukan itu! Kenapa kamu begitu bodoh, sudah kubilang tapi kamu tidak mendengar...' -\ Umumnya, orang tidak suka 'dikritik atau ditolak', tetapi terkadang dalam percakapan kita, kita tanpa sadar menampilkan 'ego sentris' dan 'sikap superior', merasa diri selalu benar dan orang lain selalu salah, namun ada pepatah mengatakan: 'Saran yang menekan adalah bentuk serangan.' -\ Terkadang, meskipun tujuan kita berbicara adalah baik dan niatnya baik, jika nada bicara terlalu menekan, terlalu tidak memperhatikan perasaan orang lain, maka bagi orang tersebut terdengar seperti serangan, sangat tidak nyaman. Jadi, terkadang di hati kita muncul rasa kesal ... -\ Tahukah kamu? Sebenarnya, aku cukup menyetujui pendapatmu, tapi aku tidak suka 'nada bicaramu', sebenarnya, aku cukup setuju dengan pandanganmu, tapi aku tidak menyukai 'sikap bicaramu'. -\ Terkadang, kita akan berkata: 'Aku orang yang rasional, lihat, pintuku selalu terbuka, siapa pun bisa datang dan berbicara denganku kapan saja!' -\ Tapi, jika 'pintu kita terbuka, tetapi hati tertutup', apa gunanya? -\ Oleh karena itu, saat berkomunikasi, kita harus memperhatikan perasaan orang lain. Bagaimanapun setiap orang memiliki 'kebutuhan untuk harga diri', setiap orang ingin diakui, dipuji, diterima, disetujui, dan tidak suka ditolak atau diremehkan. -\ Jadi, meskipun pendapat kedua pihak berbeda, harus dilakukan 'mencari kesamaan dalam perbedaan, komunikasi yang harmonis', 'bicara terbuka, tapi nada harus lebih lembut.' -\ Orang Cina dalam membuat karakter sangat menarik, coba pikirkan karakter '我' (aku), itu gabungan dari dua karakter apa? Yaitu '手' (tangan) dan '戈' (pedang). -\ Karakter '我' ternyata berarti 'setiap orang memegang pedang atau senjata di tangan', jadi setiap orang sering melakukan pertahanan diri untuk melindungi diri sendiri. -\ Namun, dalam komunikasi, selain mempertahankan diri, orang juga harus berpikir dari sudut pandang orang lain.-\ Manfaatkan 'empati' dengan baik, dan juga belajar mengontrol lidah sendiri, 'pada waktu yang tepat, ucapkan kata-kata yang indah; dan pada saat yang diperlukan, hentikan kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan.'-\ Oleh karena itu, kita harus belajar 'jangan buru-buru berbicara, jangan berebut untuk berbicara, melainkan pikirkan dahulu sebelum berbicara', jangan pernah 'menunjukkan kepintaran dengan kata-kata' lalu menyesal, karena berbicara tidak memiliki 'penghapus', tidak memiliki 'correction fluid', kata-kata tidak bisa dihapus kembali.-\ Selain itu, dalam komunikasi antarpribadi, kita harus belajar 'ketahanan emosional' dan 'toleransi terhadap kegagalan', karena, 'saat amarah muncul, keberuntungan pun hilang.'-\ Ketika kita menghadapi masalah yang sulit, kita harus tenang dahulu, jangan bertindak secara impulsif. Juga belajar 'menangani suasana hati terlebih dahulu, lalu menangani masalah', agar masalah tidak menjadi semakin buruk.-\ Ada sebuah pepatah yang mengatakan: 'Panjang hidup diberikan oleh Tuhan, tetapi lebar hidup berada di tangan kita sendiri.' Memang, walaupun kita tidak bisa mengontrol 'panjang' hidup, kita bisa mengontrol 'lebar' hidup.-\ Kita semua bisa dalam kehidupan, belajar melakukan komunikasi yang lebih baik, membuat hubungan antarpribadi lebih harmonis, dan membuat hidup lebih indah serta lebih bermakna
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Terima kasih atas ajarannya
Pasti harus mendukung
Tidak buruk
Hmm~~~
Puncak...
Puncak。。。。。
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan