【Paragraf Pendek】Hingga Masa Muda
Bergumam lirih bersama angin sepoi, menjaga ketenangan; memetik senar perlahan, mengejar nostalgia waktu; kabut dingin di jalanan, menjelaskan makna dalam masa muda. Waktu berjalan, tahun-tahun menembus kesedihan, orang itu, kejadian itu, masa lalu itu, berputar ribuan tahun, menua bersama asap awan. Purnama bersinar, mungkin, hanyalah sebuah lagu perpisahan, memperingati masa muda, entah pergi, entah berhenti, entah menatap jauh... Waktu berjalan cepat, setelah lewat, tak akan kembali untuk menoleh, kemudian kita akan terkejut. Di tengah malam, teman dekat di dunia fana yang tak bisa dijangkau, tak bisa menahan air mata yang jatuh, membingungkan pandangan. Luka masa lalu, kita melupakan semuanya, masa muda kita suka menenangkan hati yang bergelora. Mengayuh perahu di danau masa muda, malam atau siang, menikmati aroma, mengagumi kisah, tanpa penyesalan! Melihat cahaya-cahaya itu menembus masa muda kita, akhirnya melihat hati sendiri. Sebenarnya, kita belum cukup dewasa. Masa muda kita, pada akhirnya akan menua. Semoga, masa muda kita masing-masing, meskipun kecantikan memudar, berlayar ke barat, tetap tanpa penyesalan!
Balasan (1)
Waktu berlalu dengan cepat, masa muda perlahan pergi
— Semua balasan dimuat —