Tidak ada, judul
Apakah kamu pernah merasakan kesepian? Sebuah rasa sakit yang samar membuatmu selalu merasakan kesendirianmu. Kesedihan saat musik berhenti dan orang pergi. Kesepian di depan jendela yang terang. Hati tersesat. Kesepian. Mencari di buku telepon yang tebal, tapi tidak menemukan nomor yang bisa dihubungi. Menyiapkan secangkir teh pekat, tapi tidak menemukan teman untuk menikmatinya... Bersantai di tepi laut ingin memegang ombak tapi tak bisa. Suara gema di lembah sepi hanyalah akibat kesepian. Semakin merasa kesepian. Apakah kamu pernah merasakannya? Ini bukan lagi usia untuk tidak tahu rasa sedih, juga bukan usia yang terharu oleh mainan kesayangan. Jejak pertumbuhan mengikuti langkah waktu seperti lautan yang membawa pergi kerang berwarna-warni. Yang tersisa hanyalah segenggam pasir emas. Di depan mata, perlahan-lahan jatuh dari telapak tangan, tak bisa ditahan, tak bisa dijangkau. Debu telah habis, namun tangan tetap kosong... Secangkir kopi pahit, lampu kecil oranye, pakaian putih seperti salju, seberkas cahaya bulan seperti air, tetap tidak bisa menahan kemegahan waktu. Tidak bisa meninggalkan bayangan muda yang cepat berlalu. Momen puncak yang memukau, cahaya berwarna-warni, namun tidak ada yang mengeksplorasi kesepian yang tersembunyi di balik kemewahan... Siapa bilang orang bijak dari dulu selalu kesepian? Jalan di depan panjang, siapa yang menyalakan lampu hati? Berjalan sendirian, bagaimana bisa lepas dari menikmati kesepian?
Balasan (1)
Mau transfer lagi?!
— Semua balasan dimuat —