Tertidur terlalu lama ⊙﹏⊙

Poster aslinya: Aku akan memberimu sebotol anggur dan aku akan memberimu semua kesedihan. Tampilan: 203 Balasan: 8 Diposting di: 2014-08-27 02:12:40

Shift malam kemarin juga tidak mudah, Xianren Baban, 300RMB juga hilang ⊙﹏⊙
Tidak apa-apa, kita lanjut tidur, -.-
Oke, sebenarnya aku ingin membuat postingan santai O(∩_∩)O, menempelkan sedikit, jadi tidak dianggap sebagai postingan santai, aku sangat bijaksana.
Sebuah mimpi khayal, sebuah kenangan, sebuah kilasan pemikiran, seulas perasaan yang membuat jantung berdebar tanpa sebab. Bisa berupa sukacita atau kebahagiaan, bisa berupa kesedihan atau duka... pada suatu saat, itu akan datang menyergap seperti gelombang, membuatmu tak bisa bersembunyi, tak perlu kata-kata, hanya menerima.
Di malam yang sunyi, aku suka berdiri sendiri di dekat jendela. Menunggu cahaya bulan perak perlahan mendinginkan hiruk-pikuk dan kebisingan siang hari.
Ketika aku menatap langit malam, aku merasa semua cintamu tiba-tiba turun. Karena bulan yang penuh dan bercahaya di kedalaman itu sangat mirip dengan matamu. Bertemu secara tak terduga di tengah hujan deras pada tengah malam, juga pada malam yang tenang dan ringan di mana dua hati saling bersandar. Bulan penuh dan bulan purnama yang kurang, awan berputar dan awan terbuka. Rumput tumbuh dan layu, bunga mekar dan gugur... sebuah nama yang penuh puisi dipanggil olehmu berkali-kali, lembut berbisik di telinga, halus menyelusup ke dalam jiwa.
Pernah tidur dalam penderitaan bertahun-tahun dalam mimpi, karena kamu, akhirnya bisa menangkap ketulusan dan semangatmu di balik kesunyian, kemurnian, dan kesederhanaan. Melankolis, sedikit sedih.
Bertanya dari jauh. Sejauh mana jalan kita bisa ditempuh bersama? Apakah 'selamanya' memang janji yang tak bisa ditepati? Kau tak tahu, aku menyimpan kebahagiaan ini sepanjang perjalanan, di kedalaman jiwa, di sini hanya ada ruang untuk kesepian dua orang. Apakah kau tahu bahwa yang menembus mataku bukan air mata, tapi kekhawatiran yang terikat, rasa rindu yang mendalam dan menyakitkan.
Malam ini, sangat sunyi. Hanya suara darah berdenyut. Kesunyian, adalah perpanjangan dari diam.
Mengingat malam yang hangat itu, pandangan penuh kasih sayang. Mematahkan sebatang plum yang jarang, menari di tengah salju yang melayang. Lembut, indah... tak pernah lupa siapa yang menjadi lagu dan mabuk di tengah malam yang mesra.
Malam seperti ini, memeluk seulas perasaan yang lembut, mendengarkan irama kuno selama ribuan tahun. Tak bisa tidur.
Ketika sosok yang familiar perlahan menjauh seiring mimpi, ketika kegelisahan yang tak bisa ditahan seperti debu yang berjatuhan setelah angin, puisi yang lembut menjadi selembar kertas kosong karena ketidakpedulian yang tak terlihat. Bahkan dengan memeluk perasaan seperti 'Bulan putih perlahan bergerak, bayangan cantik, angin sepoi-sepoi membawa aroma harum', tetap sulit menikmati keindahan yang memikat.Tulisan yang anggun kehilangan keindahan lamanya, strukturnya tercerai-berai dan melayang, di setiap jatuhnya di atas kertas, semuanya menjadi bekas di hati dengan kedalaman yang berbeda-beda. Semua ini, dalam rasa sakit yang halus, akhirnya pena tak mampu menjadi puisi.
Angin tengah malam menembus luka-luka kecil dan terus mengiris, kertas puisi tanpa kata secara tak sengaja terpotong menjadi lembaran-lembaran putih, mengisi langit dan bumi.
Menutupi jalan setapak yang datang, siang dan malam yang kabur dipenuhi kerinduan. Menghalangi musim semi yang hangat dan bunga bermekaran sejauh beberapa abad.
Siapa yang membaca? Siapa yang bisa memahami lembar puisi ini? Sedih, sunyi. Menunggu bertemu, berharap bertemu, hati yang gelisah hanya tahu telah tidak bertemu selama seribu tahun, namun tidak tahu yang bergema di semesta adalah tidak bertemu selama seribu tahun.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
-.-。。。
-_-|| Tuan rumah ini,
⊙﹏⊙
-_-|||-_-|||
^ω^…………
OP sangat lucu
~~~~~
-_-#
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan