【Esai Prosa】Hipotesis

Poster aslinya: Batu giok hancur㊣ Mabuk seribu gelas meminta♂卍㏎ Tampilan: 134 Balasan: 7 Diposting di: 2015-01-12 14:06:53
Pengetahuan manusia terbatas, untuk hal-hal yang melampaui cakupan pengetahuan tentang alam semesta yang terakhir atau tentang hakikat kehidupan, satu-satunya cara adalah menggunakan 'hipotesis' untuk menjelaskannya. Masalah 'hipotesis' sebaiknya mempertimbangkan hipotesis dalam ilmu pengetahuan dan hipotesis dalam agama secara terpisah. Hipotesis dalam ilmu pengetahuan, secara teori dapat diverifikasi. Hipotesis dalam agama, dinilai berdasarkan bagaimana menjelaskan fenomena yang belum bisa dipahami manusia, serta apakah penilaian atau tindakan yang didasarkan padanya efektif. Singkatnya, hipotesis ilmiah mengejar masalah kebenaran, sementara hipotesis religius mengejar nilai yang dibutuhkan untuk memperbaiki sifat manusia. Dulu saya punya seorang teman bernama 'Qian' (kadang juga dipanggil 'Yi'), seorang penganut Buddha, saat itu saya memiliki banyak kritik terhadap agama, rincian berikutnya tidak ingin saya sebutkan, banyak perbedaan dengan dia, namun setelah penelitian yang tenang dan rasional, saya baru menyadari nilai Buddha. Pada zaman ketika takhayul sangat kuat, dengan dua ratus juta dewa beterbangan di mana-mana, kemunculan Buddha, meskipun akhirnya tidak terbebas dari bentuk keilahian, namun teori-teori yang banyak, terutama teori hipotesis mengenai reinkarnasi dan pahala serta hukuman yang berbeda bagi manusia, sangat berharga pada zaman itu. Jika tidak diasumsikan demikian, maka 'pahala dan hukuman' manusia atau nasib akan ditentukan oleh makhluk maha tinggi seperti dewa atau terjadi secara kebetulan. Kata Buddha demikian untuk membuat manusia menyadari bahwa mereka tidak dikendalikan oleh makhluk luar manusia yang maha tinggi, tetapi bertanggung jawab atas segala sesuatu pada dirinya sendiri, sehingga menegakkan kemandirian yang mendasar. Dari perspektif ini, banyak agama tidak sesederhana 'takhayul'.
membalas 🤍 0 📤 membagikan mengumpulkan
Kamu yang menulisnya?
Pemilik posting adalah seorang penganut Buddha yang taat...
Tolong jelaskan di atas bagaimana mengeja karakter (卍) ini, maafkan saya yang tidak berpendidikan, sialan Dewa Langit yang tak terhitung!
Omitufo, sangat mendalam
Ini adalah karakter Jepang, metode input bahasa Cina tidak bisa mengejanya
Sangat mendalam!!!!
卐卍wan kata ini diciptakan oleh Wu Zetian
— Semua balasan dimuat —

Tinggalkan Balasan