图片
Sejujurnya, saya baru-baru ini memainkan game berjudul "Gone Love" dan saya merasa cukup emosional. Sebagai pemain lama yang telah bekerja keras sejak era Saipan, saya telah melihat terlalu banyak game seluler yang bergerak menuju komersialisasi, dengan emas krypton, pengundian kartu, dan tugas sehari-hari. Saya tidak sabar untuk memasukkan pemain ke dalam saluran pembayaran setiap menit. Namun game ini menonjol bagi saya - tidak menjual nilai, tidak memaksa Anda untuk bermain, dan bahkan sepenuhnya gratis.
Bukan bermaksud menyombongkan diri atau memfitnah, hal ini justru mewakili arah baru industri game mobile: kembali ke “konten” itu sendiri. Di tahun-tahun awal, kami memainkan Snake dan Sokoban. Pada saat itu, permainan adalah kesenangan murni. Belakangan, mobile game semakin mirip pusat perbelanjaan, dengan berbagai promosi saat masuk. Namun belakangan ini, karya-karya seperti "Lost Love" yang fokus pada narasi emosional dan pengalaman imersif mulai bermunculan, seperti "Florence" atau "Choose Love". Pengembang Hainan Star Jumping berani menciptakan karya seni murni semacam ini secara gratis, yang menunjukkan bahwa pasar sudah mulai lebih tersegmentasi dan para pemain bersedia membayar untuk "perasaan" tersebut.
Sebagai pemain veteran, saya sangat senang melihat perubahan ini. Mobile game tak lagi sekadar alat untuk mengisi waktu, tapi juga bisa menjadi media yang menyentuh hati sanubari. Adegan berkencan dan berbicara di telepon dalam game mengingatkan saya pada hari-hari ketika saya menggunakan Nokia untuk mengirim pesan teks untuk mengejar gadis lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Zaman terus berubah, namun kebutuhan manusia akan hubungan emosional tidak akan pernah berubah.
Tentu saja, game jenis ini mungkin tidak begitu "sukses" secara komersial, tapi setidaknya ini membuktikan bahwa game mobile bisa lebih dari sekedar menggambar kartu dan melawan monster. Saya berharap dapat melihat lebih banyak karya seperti ini di masa depan.