图片
Sejujurnya, sebagai pemain veteran yang sudah bermain sejak era Symbian, saya merasa cukup emosional ketika melihat kemunculan game mobile roguelike pemotong rumput dalam dua tahun terakhir. Dulu, saya bisa memainkan "Explosive Birds" di Nokia sepanjang malam. Saat ini grafis game mobile sudah lebih bagus, namun tidak banyak yang benar-benar membuat orang ingin memainkannya dalam waktu lama.
Saya telah memainkan "Shell Squad" selama lebih dari setengah bulan. Izinkan saya menjelaskan secara singkat perasaan saya.
Mari kita bahas kelebihannya terlebih dahulu: ritme pertarungannya sangat nyaman, tidak seperti beberapa game serupa yang memaksa Anda untuk bergerak liar di awal. Frekuensi penyegaran monster dan kombinasi skill game ini hanya tertahan pada titik "sedikit gugup tapi tidak terlalu sibuk". Sistem persenjataannya juga dibuat dengan baik. Pada tahap awal, Anda mengandalkan tongkat baseball untuk membersihkan lapangan, dan pada tahap selanjutnya, Anda beralih ke senjata laser atau tongkat petir. Rantai kombo dirancang sangat berlapis. Bukan untuk menyombongkan diri, kombinasi pilihan saat mengupgrade skill memang jauh lebih masuk akal dibandingkan yang murni berdasarkan penampilan di "Legend of Bow and Arrow".
Namun ada juga kelemahannya: levelnya sangat berulang, dan sekitar Bab 5, rasanya adegan dan tipe monsternya sedikit diubah. Selain itu, pemain 0-yuan membutuhkan waktu untuk menikmati permainan. Meski resmi ditandai gratis, namun jika tidak mengeluarkan uang untuk membeli kekuatan fisik di tahap selanjutnya, kemajuannya akan sangat lambat. Dibandingkan dengan perasaan menggembirakan dari "Vampire Survivor", yang merupakan permainan sampai akhir, permainan di ponsel ini terhalang oleh level yang dibatasi waktu dan sistem stamina.
Pengamatan industri lainnya: Sebagian besar game "seperti Survivor" saat ini meniru logika yang mendasari "Vampire Survivor", tetapi tidak banyak yang dapat menciptakan nuansa yang berbeda. Versi seluler "Shell Squad" benar-benar berupaya. Pengoperasian layar sentuh tidak terasa mengambang, dan efek khusus keterampilan juga terkendali, tidak seperti beberapa game domestik yang memenuhi layar dengan polusi cahaya. Tapi inilah masalahnya, ini terlalu “normal” dan kurang beberapa poin inovatif yang bisa membuat pemain veteran bersinar.
Jika kamu termasuk pemain yang suka berkembang secara perlahan dan tidak keberatan dengan grinding yang ringan, game ini patut untuk kamu coba. Tetapi jika Anda mencari kesenangan terbaik dan bisa menjadi yang terbaik dalam satu game, "Vampire Survivor" versi PC mungkin lebih cocok. Karena itu, di usia 30 tahun, berapa akhir pekan kita bisa duduk di depan komputer dan bersenang-senang sepanjang malam? Ada baiknya juga jika Anda memiliki game di ponsel yang dapat Anda mainkan dan mainkan dua kali kapan saja. 😅
Penilaian pribadi: 7.5/10, sebuah karya di atas garis kelulusan, namun masih jauh dari "mahakarya".