
Sejujurnya, ketika saya melihat pengenalan game ini, saya langsung teringat saat saya memainkan Clash of Kings di Symbian lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, layar ponsel masih kecil dan kualitas gambarnya buruk, tetapi saya tidak bisa berhenti memainkannya. Saya akan menyetel alarm di tengah malam dan bangun untuk mengumpulkan sumber daya. Selama pertempuran aliansi, kelompok tersebut akan berteriak keras, dan saudara-saudara akan bergegas untuk bertarung. Saya masih merindukan perasaan penuh gairah itu ketika saya memikirkannya sekarang. 😌
Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi Clash of the Queen ini merupakan sekuel dari COK. Saya baru mencobanya dua hari yang lalu. Meskipun saat ini terdapat banyak SLG di pasar game seluler, game ini memiliki sedikit nuansa masa lalu. Mulailah dengan kastil yang rusak, tingkatkan secara perlahan, rekrut pahlawan, latih tentara, teliti teknologi, lalu keliling dunia untuk melawan monster dan merebut sumber daya, dan akhirnya bergabung dengan aliansi untuk bertarung dengan orang asing. Kerangka gameplaynya tidak banyak berubah, namun detailnya telah dipoles dengan baik. Secara khusus, sistem pahlawannya sangat solid dan lebih kaya daripada COK awal.
Pemain muda mungkin menganggap gameplay ini ketinggalan jaman, tapi bagi orang tua seperti kita yang sudah keluar dari era Symbian, ini sebenarnya sebuah sentimen. 🤔 Saya sedang sibuk dengan pekerjaan saat ini, jadi saya tidak bisa memainkan game yang terlalu serius, tapi ritme permainan ini cukup nyaman, dan saya bisa memainkannya dengan lambat bahkan dengan nol kripton. Beberapa pemain di liga berhenti bermain COK saat itu, dan sekarang mereka bersama lagi.
Jika Anda juga merindukan perasaan mengubah kastil menjadi kerajaan selangkah demi selangkah, Anda bisa mencobanya. Jangan menyombongkan diri, setidaknya ini jauh lebih dapat diandalkan daripada SLG yang mencolok saat ini. 😊