图片
Sejujurnya, ketika saya melihat game "Fishing World", reaksi pertama saya adalah saya merasa sedikit nostalgia. Saya ingat pada tahun 2009, ada sebuah game kecil bernama "Deep Sea Fishing" di sistem Symbian. Game ini memiliki grafis berkualitas piksel dan hanya memerlukan tombol arah dan tombol peluncuran untuk mengoperasikannya, namun dapat dimainkan terus menerus selama beberapa jam. Belakangan, ponsel pintar menjadi populer dan berbagai permainan memancing menjadi semakin populer. Tapi sejujurnya, banyak di antaranya hanya sekedar penukaran uang untuk cincin kulit, dan tidak banyak yang benar-benar dilakukan dengan hati-hati.
Saya tidak akan menyombongkannya, tapi kesan pertama saya terhadap “Dunia Perikanan” cukup mengejutkan. Pemodelan panorama 3D memang punya perasaan. Ini bukan 3D palsu dengan tekstur yang tumpang tindih, tetapi kesan mendalam dengan kedalaman bidang, cahaya, dan bayangan. Saya ingat saat saya memainkan "Fishing Master" sebelumnya, grafiknya masih 2D, dan lintasan renang ikannya relatif mekanis. Dalam versi saat ini, pantulan sisik ikan, gelembung air yang mengambang, dan efek khusus dari penampilan BOSS semuanya cukup indah. 😌
Gameplaynya bukan sekedar menembakkan peluru tanpa berpikir. Mode kompetisi, pertempuran artileri, PK kompetitif, setiap mode memiliki strategi berbeda. Misalnya, mode pertempuran artileri memerlukan perhitungan waktu tunggu dan kepadatan ikan; mode PK lebih merupakan ujian alokasi sumber daya. Dibandingkan dulu yang hanya soal siapa yang bisa pesan lebih cepat, kini memang jauh lebih kaya. Apalagi model pengisiannya 0, dan tidak ada pembayaran paksa. Hal ini dianggap sebagai tren yang jelas di pasar game saat ini. 🎣
Tentu saja, saya juga punya sedikit emosi. Di pasar game mobile saat ini, setidaknya ada puluhan produk perikanan yang dirilis setiap tahunnya, namun sebagian besar tidak bertahan lebih dari tiga bulan. Entah kualitas gambarnya buruk, nilainya meledak, atau iklan bertebaran di mana-mana. "Fishing World" dapat meningkatkan gameplay klasik sambil mempertahankan komersialisasi yang relatif terkendali, yang menunjukkan bahwa tim pengembangan punya ide. Namun, sejujurnya, para pemain kini dibuat mati rasa oleh berbagai "bukaan kotak harta karun" dan "pengundian kartu". Berapa banyak orang yang bisa tenang dan merasakan asyiknya memancing? 🤔
Terakhir, saya masih ingin menambahkan: Jika Anda seperti saya dan pernah merasakan kebahagiaan sederhana di era Saipan, atau hanya ingin mencari relaksasi tanpa berpikir di waktu luang, game ini patut untuk dicoba. Setidaknya, itu mengingatkan saya pada malam itu ketika saya berjongkok di halte bus dan menatap layar kecil sedang memancing. ✨