
Sejujurnya, setelah sekian tahun bermain game, mulai dari Snake di era Symbian hingga berbagai mahakarya kini, semakin sedikit game yang bisa saya tenangkan dan pikirkan perlahan. Baru-baru ini, saya melihat seseorang merekomendasikan "Master Patah Hati" di bagian khusus. Saya tidak mempunyai ekspektasi yang tinggi pada awalnya. Saya berpikir bahwa pasar game seluler sekarang sangat beragam, dan sebagian besar game gratis mengandalkan iklan dan pembelian dalam aplikasi untuk menyiksa orang. Namun, mengingat model pengisian dayanya nol, saya mengunduhnya dan mencobanya. Bukan untuk menyombongkan diri, game ini memang memberi saya beberapa kejutan.
Gameplay inti dari game ini adalah menemukan petunjuk melalui dialog dan mengungkap wajah sebenarnya dari bajingan tersebut. Kedengarannya agak konyol, tapi sebenarnya cukup membuat ketagihan untuk dimainkan. Setiap level memiliki plot independen. Anda perlu mengumpulkan kebenaran dari detail seperti perkataan pihak lain, konflik garis waktu, dan tangkapan layar pembaruan sosial. 😌 Desain ini mengingatkan saya pada "Ace Attorney" yang saya mainkan di PC saat itu. Meskipun tidak ada debat pengadilan yang rumit, rasa pencapaian dari "Aha! Aku menangkapmu" tetap sama.
Dari segi plot, saya harus mengatakan bahwa pengembang telah bekerja keras. Ada berbagai macam bajingan di level tersebut, ada yang berpura-pura melajang untuk menipu hubungan mereka, ada yang menipu beberapa orang pada saat yang sama, dan ada yang mengandalkan penderitaan untuk mendapatkan simpati. Meskipun beberapa bagiannya agak klise, sebagai game gratis, game ini cukup bagus untuk memberikan pemain rasa mendalam. Saya pribadi paling menyukai level "Pelatih Kebugaran". Dialognya didesain sangat realistis dan beberapa petunjuk tersembunyi cukup dalam. Saya terjebak selama hampir sepuluh menit sebelum saya menemukan kekurangannya. 💪
Tentu saja game ini bukannya tanpa kekurangan. Sebagai produk era Android 5.0, grafisnya memang terbilang sederhana, dan desain UI-nya juga masih kasar, secara visual kalah dengan game mobile saat ini. Selain itu, pengaturan petunjuk di beberapa level agak terlalu jelas. Pemain dengan sedikit pengalaman dalam memecahkan teka-teki dapat menyelesaikan level dalam dua menit, dan kurva kesulitannya tidak cukup mulus. Selain itu, game tersebut tampaknya tidak memiliki rencana untuk memperbarui level baru. Totalnya ada sekitar selusin plot, dan Anda akan merasa belum selesai setelah memainkannya sekaligus.
Namun jika dilihat dari sudut lain, justru inilah pesona dari game jadul ini. Itu tidak memerlukan hati Anda, kripton Anda, atau bahkan Internet. Anda dapat memainkannya sebentar setelah membukanya. Sama seperti saat kami memainkan Sokoban dan Sudoku di ponsel Symbian, keduanya sederhana dan murni, dan hanya mengandalkan gameplay itu sendiri untuk menarik perhatian orang. Di era yang penuh dengan penarikan kartu, tugas harian, dan kartu bulanan ini, sangat jarang kita menemukan sketsa yang kembali ke inti permainan. 😌
Terakhir, saya rekomendasikan kepada teman-teman yang menyukai puzzle dan plot, terutama yang tertarik dengan tema emosional. Meski bukan sebuah mahakarya, namun tingkat kepeduliannya patut mendapat pengakuan. Jika Anda bosan dengan apa yang disebut "mahakarya" yang menagih Anda 648 di setiap kesempatan, Anda sebaiknya mencoba ini dan mendapatkan kembali kebahagiaan paling murni yang Anda miliki saat bermain game.