
Sejujurnya, ketika saya melihat "Peak Duel Stickman" ini, saya tertegun sejenak. Ini bukan karena betapa menakjubkan gambarnya, tapi karena perasaan familiar itu tiba-tiba datang dalam diriku. 😌
Saya ingat lebih dari sepuluh tahun yang lalu, ketika Symbian masih menjadi pemain utama, saya begadang bersembunyi di tempat tidur sambil bermain pertarungan stickman. Sekarang saya memikirkannya dengan emosi. Saat itu, layarnya kecil dan pikselnya rendah, tapi saya tidak bisa berhenti bermain. Game baru ini mengembalikan kegembiraan murni itu kepada saya. Tak perlu sombong, desain pengoperasiannya memang retro, dengan hanya satu tombol arah yang mengontrol pergerakan dan arah serangan, namun jika ingin bermain bagus harus mengandalkan prediksi dan positioning. Misalnya saja ingin mendorong lawan ke dalam lava, kamu tidak perlu terburu-buru tanpa berpikir panjang. Anda harus memperhitungkan jarak dengan baik, dan ketika lawan melakukan gerakan keras, Anda bisa menggunakan tendangan lokomotif untuk memukulnya. Rasanya sangat enak.
Ada tiga mode dalam permainan, dan senjatanya cukup banyak. Setiap senjata juga memiliki skill uniknya masing-masing, yang dapat dipicu dengan menggeser roda ke tepi dan menahannya beberapa saat. Saya mencoba beberapa dan menemukan bahwa pengaturan ini sebenarnya memerlukan waktu. Anda tidak bisa begitu saja menggeser dan melepaskannya. Anda harus menemukan celah dalam pertempuran untuk mengumpulkan kekuatan. Ini seperti ritme bermain game arcade di masa lalu.
Sejujurnya, persyaratan operasional game ini cukup tinggi, dan dianggap sebagai game hard-core di antara game seluler saat ini. Mungkin anak muda belum terbiasa, tapi bagi kami para pemain lama yang berasal dari era Saipan, itu agak bersahabat. Tidak ada pencarian jalur otomatis, tidak ada kombo satu klik, semuanya tergantung pada perasaan dan pengalaman. 👍
Selain itu, saya mendapat sedikit kesan tentang Shanghai Shimu Information, pengembang yang telah membuat beberapa game aksi niche namun memiliki reputasi baik. Sepertinya mereka masih ingin tetap membuat sesuatu yang mendalam.
Secara umum, jika Anda seperti saya dan terkadang merindukan era ketika Anda bisa menaklukkan dunia hanya dengan dua jempol, maka Anda bisa mencoba permainan ini dan menganggapnya sebagai alasan untuk bernostalgia. 😄